Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Palembang Siapkan 27 Ribu Ton Beras SPHP Jelang Idul Fitri 2026

Palembang Siapkan 27 Ribu Ton Beras SPHP Jelang Idul Fitri 2026
Kualitas beras SPHP. (IDN Times/Teri).
Intinya Sih
  • Pemkot Palembang bersama Bulog menyiapkan 27 ribu ton beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri 2026, dengan kondisi pasokan dinyatakan aman dan mencukupi.
  • Pemerintah daerah melakukan pemantauan harga pangan secara rutin di pasar tradisional dan toko grosir, memastikan harga komoditas utama seperti gula, cabai, daging, dan telur tetap stabil.
  • Melalui sidak dan monev bersama BPOM, pemkot memastikan keamanan pangan dengan pemeriksaan produk agar layak edar serta bebas dari bahan berbahaya menjelang perayaan Idul Fitri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang bekerja sama dengan Bulog menyiapkan kebutuhan beras Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar hingga Idul Fitri 2026. Pasokan tersebut diklaim aman dan tercukupi bagi semua warga Palembang.

"Pasokan beras di Palembang masuk dalam kategori aman dengan ketersediaan mencapai 27 ribu ton. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelas Sekretaris Daerah Palembang Aprizal Hasyim, Rabu (4/3/2026).

1. Klaim harga komoditas di pasar masih stabil

Pedagang cabai dan bawang di Pasar Randik Sekayu saat melayani pembeli.
Pedagang cabai dan bawang di Pasar Randik Sekayu saat melayani pembeli. (IDN Times/Yuliani)

Selain memastikan pasokan beras SPHP tercukupi di masyarakat hingga Lebaran nanti, Pemkot juga mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas. Berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Pemkot terus melakukan pemantauan dan monitoring di beberapa pasar tradisional dan toko grosir.

"Sementara terpantau harga sejumlah komoditas seperti gula pasir, cabai, daging ayam, daging sapi, dan telur masih stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan," kata dia.

2. Sebut pemkot konsisten melakukan monitoring harga pangan

Sekda Palembang Aprizal Hasyim sidak di pasar tradisional
Sekda Palembang Aprizal Hasyim sidak di pasar tradisional (Dok. Kominfo Palembang)

Aprizal menyampaikan bahwa monitoring harga pangan dilakukan secara rutin. Bahkan katanya, Pemkot konsisten menerapkan kerja nyata lewat inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pasar hingga pusat perbelanjaan besar. Terbaru, Pemkot dan stakeholder sidak ke Lotte Mart Jalan R. Sukamto.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif Pemkot dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah," jelasnya.

3. Antisipasi termasuk pemeriksaan sampel produk oleh BPOM

Ilustrasi petugas BPOM memeriksa sampel bahan makanan
Ilustrasi petugas BPOM memeriksa sampel bahan makanan.(IDN Times/Fariz Fardianto)

Tak hanya sidak lanjut Aprizal, program monitoring dan evaluasi (monev) pemantauan harga pangan juga dilakukan dengan pemeriksaan keamanan serta untuk menjamin produk di pasaran layak edar, layak konsumsi dan tidak dalam kondisi kedaluwarsa.

"Sidak juga didampingi tim BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk memastikan tidak hanya aspek ketersediaan dan harga, tetapi juga keamanan pangan beredar di masyarakat aman," kata dia.

Penjaminan aspek keamanan makanan yang diperhatikan Pemkot lanjutnya meliputi pengambilan sampel sejumlah produk yang dijual di pedagang, seperti tahu, mi dan cincau. Langkah ini untuk menghindari kandungan bahan berbahaya dan memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More