Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
Diketahui, Kabupaten Muba menempati posisi kedua dengan jumlah kasus ISPA terbanyak di Sumsel setelah Kota Palembang. Data Dinkes Sumsel mencatat selama periode 1-22 Oktober 2026, jumlah penderita ISPA di Muba mencapai 4.258 kasus.
Sementara itu, Palembang berada di urutan pertama dengan total 11.991 kasus. Selain ISPA, jumlah kasus pneumonia di Muba juga tergolong tinggi.
Kabupaten tersebut menempati posisi ketiga dengan kasus pneumonia terbanyak di Sumsel, setelah Palembang dan Lubuklinggau. Sepanjang Oktober 2026, tercatat 57 kasus pneumonia di Muba dari total 398 kasus yang dilaporkan di seluruh wilayah Sumsel.
Sementara, untuk di Sumsel kasus ISPA tercatat mencapai 438.120 kasus sepanjang Januari-Oktober 2026. Jumlah penderita mengalami peningkatan pada periode Agustus hingga Oktober, bertepatan dengan meningkatnya dampak karhutla.
Tren kenaikan berlanjut pada September 2026 dengan total 52.483 kasus. Angka tersebut bertambah sekitar 11,7 persen dibandingkan Agustus. Sementara itu, selama 1-22 Oktober 2026, Dinkes Sumsel mencatat 36.929 kasus ISPA.