Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Balita di Muba Meninggal Sesak Napas, 4.624 Kasus ISPA Oktober 2026
Ilustrasi bayi (pexels.com/Rene Asmussen)
  • Dinkes Musi Banyuasin mencatat 4.624 kasus ISPA pada 1–23 Oktober 2026; dua balita di Sungai Lilin dan Bayung Lencir meninggal setelah mengalami gangguan pernapasan.

  • Penyebab pasti kematian kedua balita masih menunggu diagnosis dokter. Satu balita datang dengan sesak napas, sementara lainnya mengalami diare akut berat dan penumpukan cairan di paru-paru.

  • Kelompok usia 19–59 tahun menyumbang 1.915 kasus ISPA, tertinggi di Muba. Muba juga berada di posisi kedua kasus ISPA tertinggi Sumsel setelah Palembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengonfirmasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Muba mencapai 4.624 kasus periode 1–23 Oktober 2026.

Di antara ribuan kasus ISPA yang terus meningkat, dua balita dilaporkan meninggal dunia, masing-masing di Kecamatan Sungai Lilin dan Bayung Lencir. Salah satu balita yang meninggal dunia berinisial KZ, berusia 2 tahun 4 bulan. KZ meninggal di RSUD Sungai Lilin pada 15 Oktober 2026.

1. Penyebab kematian masih menunggu diagnosa dokter

Ilustrasi salah satu pasien di RSUD Sekayu saat menjalani perawatan. (Fajeri for IDN Times)

Balita tersebut diketahui datang ke rumah sakit dalam kondisi sesak napas. Namun, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan dan diagnosis dokter.

"Kalau informasi dari tim, KZ datang sudah dalam keadaan sesak nafas, kemudian dilakukan perawatan intensif," ujar Katim P2PM Dinkes Muba, Maya Ratna Ekowati saat dikonfirmasi Sabtu (24/10/2026).

Sementara itu, kasus balita meninggal lainnya dilaporkan terjadi di Kecamatan Bayung Lencir. Berdasarkan informasi bayi tersebut mengalami diare akut berat dan terdapat penumpukan cairan di paru-paru yang diduga menyebabkan sesak napas.

"Belum tahu penyebabnya meninggal, namun pasien masuk karena diare dan ada cairan di paru-paru. Saat ini masih ditangani oleh dokter di RSUD Bayung Lencir," jelasnya.

2. Kelompok usia 19–59 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak

Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani)

Saat ini, data kasus ISPA di Muba selama 1–23 Oktober 2026 mencapai 4.624 kasus. Kelompok usia 19–59 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni 1.915 kasus.

Selanjutnya, kelompok anak usia di bawah lima tahun tercatat sebanyak 982 kasus, usia 5–9 tahun 804 kasus, usia 10–18 tahun 478 kasus, serta kelompok usia di atas 60 tahun sebanyak 445 kasus.

"Data tersebut menunjukkan kasus ISPA ditemukan pada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak yang perlu mendapat perhatian ketika mengalami gangguan pernapasan. Tetap menggunakan masker saat beraktivitas dan perbanyak konsumsi air putih dan cukup istirahat," ungkap Maya.

3. Muba menempati posisi kedua dengan jumlah kasus ISPA terbanyak setelah Palembang

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diketahui, Kabupaten Muba menempati posisi kedua dengan jumlah kasus ISPA terbanyak di Sumsel setelah Kota Palembang. Data Dinkes Sumsel mencatat selama periode 1-22 Oktober 2026, jumlah penderita ISPA di Muba mencapai 4.258 kasus.

Sementara itu, Palembang berada di urutan pertama dengan total 11.991 kasus. Selain ISPA, jumlah kasus pneumonia di Muba juga tergolong tinggi.

Kabupaten tersebut menempati posisi ketiga dengan kasus pneumonia terbanyak di Sumsel, setelah Palembang dan Lubuklinggau. Sepanjang Oktober 2026, tercatat 57 kasus pneumonia di Muba dari total 398 kasus yang dilaporkan di seluruh wilayah Sumsel.

Sementara, untuk di Sumsel kasus ISPA tercatat mencapai 438.120 kasus sepanjang Januari-Oktober 2026. Jumlah penderita mengalami peningkatan pada periode Agustus hingga Oktober, bertepatan dengan meningkatnya dampak karhutla.

Tren kenaikan berlanjut pada September 2026 dengan total 52.483 kasus. Angka tersebut bertambah sekitar 11,7 persen dibandingkan Agustus. Sementara itu, selama 1-22 Oktober 2026, Dinkes Sumsel mencatat 36.929 kasus ISPA.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article