Isak tangis istri dan keluarga korban Andre saat jenazah tiba di rumah duka. (Dok. IDN Times)
Sementara itu, pihak keluarga korban Andre membantah tudingan bahwa korban mencuri sawit milik pelaku. Bibi korban, Epa Susanti, mengatakan keluarga tidak menerima tudingan tersebut dan menilai tudingan tersebut tidak masuk akal, sebab tanaman sawit di kebun yang disebut milik AS masih kecil dan belum menghasilkan buah.
"Kami keluarga sangat tidak terima dan membantah kalau keponakan kami dituduh mencuri sawit. Kalau dilihat dari video yang ada, pohon sawit di kebun itu masih kecil-kecil dan belum berbuah. Jadi sawit yang mana menurut dia yang mau dicuri," ucap Epa, Kamis (27/8/2026).
Keluarga juga membantah pengakuan AS yang menyebut Andre menyerangnya terlebih dahulu menggunakan parang. Selain itu, jika terjadi perkelahian, kenapa tidak ditemukan adanya luka pada tubuh AS, sementara Andre mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuh.
"Kalau pelaku mengaku diserang terlebih dahulu, itu bohong. Tidak ada sama sekali perlawanan dari keponakan kami. Kami cek, pelaku tidak ada luka. Kalau diserang otomatis pasti ada luka," ujarnya.
Sedangkan keponakannya mengalami luka di kaki, kedua bahu, serta kedua tangan. Bahkan, sangat disesalkan kondisi korban yang mengalami luka parah pada bagian leher hingga kepala terpisah dari tubuh.
Pihaknya berharap polisi dapat mengusut perkara tersebut secara tuntas dan memberikan hukuman yang adil kepada pelaku sesuai perbuatannya.
"Kami memohon kepada kepolisian agar kasus ini diusut secara tuntas dan dihukum seadil-adilnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Kami kasihan dengan anaknya yang masih berumur tiga tahun dan istrinya yang sedang hamil," ungkapnya.