Daihatsu Sumsel Incar 60 Persen Pangsa Pasar di Tengah Gejolak Geopolitik

- Daihatsu Sumsel menargetkan penguasaan 60 persen pangsa pasar di wilayah Sumbagsel, Sumbar, dan Lampung meski kondisi ekonomi global masih dipengaruhi gejolak geopolitik.
- Penjualan Daihatsu tetap positif berkat variasi produk seperti Sigra dan mobil pick up yang menjadi tulang punggung penjualan serta memenuhi kebutuhan keluarga dan bisnis lokal.
- Melalui program promo Daifit 2026 hingga April, termasuk hadiah paket umroh, Daihatsu optimistis menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga tren kenaikan penjualan nasional.
Palembang, IDN Times - Pasar otomotif Sumatra Selatan tetap optimistis mengincar target penjualan produk dalam tren positif hingga akhir 2026, meski saat ini kondisi ekonomi dunia dalam keadaan tidak pasti akibat gejolak geopolitik.
"Daihatsu Sumsel berupaya mempertahankan market share di Sumbagsel, Sumbar hingga Lampung dengan skala penjualan sekitar 60 persen," ujar Kepala Cabang Sumbagsel David Gunawan, saat merilis promo Daifit 2026, Rabu (11/3/2026).
1. Dampak geopolitik tidak terasa secara langsung

Menurutnya, secara angka nasional penjualan kendaraan roda empat ini belum menunjukkan penurunan signifikan, meski data dari tahun 2025, pangsa pasar tidak dalam kondisi optimal.
Sebab berkaca pada sektor industri, lanjut David, pasar otomotif berbeda dengan pasar saham yang mengalami efek langsung akibat geopolitik dunia. Pasar otomotif lanjutnya, tidak memiliki risiko tinggi seperti pasar modal.
"Kalau bicara impact, dampaknya tidak langsung. Karena dari data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mengawali 2026 ini, pada Januari justru pasar naik di atas 4 persen," kata dia.
2. Produk Sigra mengambil market sekitar 20 persen

David menyampaikan bahwa khusus pasar di Sumsel, Daihatsu masih yakin akan tren positif karena penjualan produk tidak hanya mengandalkan satu varian. Daihatsu memiliki beberapa produk andalan seperti kelas kendaraan keluarga jenis Sigra dan mobil pikap yang kebanyakan konsumen membutuhkan untuk kendaraan bisnis maupun usaha.
"Kita mengikuti dinamika market, melihat potensi pick up juga masih menjadi pilar dan kontributor penjualan. Sementara Sigra yang saat ini jadi backbone (penjualan) mengambil market besar di atas 20 persen," jelas David.
3. Tawarkan program Daifit 2026 upaya tingkatkan angka penjualan

Meski tidak memungkiri ekonomi yang tidak pasti bisa berlangsung kontinu lanjutnya, namun melihat skala penjualan pada Februari yang bergerak naik secara nasional bahkan tembus hingga 12 ribu unit penjualan, Daihatsu percaya berbagai tantangan mampu terlewati dengan baik.
"Situasi saat ini, awal Maret, semua masyarakat kaget, terutama melihat kondisi di sekitar Timur Tengah ya, termasuk juga di lokasi ibadah Muslim dan non-Muslim di daerah Yerusalem. Tetapi kita yakin, situasi bisa membaik dan mendorong perubahan psikologis serta keuangan jika mengikuti ritme dan dinamika," kata dia.
Selain itu, jelas David, upaya meningkatkan market share produk juga didukung melalui berbagai program. Khususnya selama momen Idul Fitri yang dikemas dalam Daifit 2026. Yakni, perusahaan memberikan sejumlah promo hingga April 2026, salah satunya berkesempatan mendapatkan hadiah 9 paket umrah bagi konsumen yang melakukan transaksi pembelian pada periode berlangsung.

















