Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bupati Muara Enim Edison Sempat Pimpin Apel Sebelum Kena OTT KPK
Bupati Muara Enim, Edison dalam apel pagi hari ini (Pemkab Muara Enim)
  • Bupati Muara Enim, Edison, ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan setelah memimpin apel pagi di kantornya.
  • KPK mengamankan sepuluh orang, terdiri dari lima pejabat Pemkab Muara Enim dan lima pihak swasta yang diduga terlibat kasus korupsi.
  • Penyidik KPK masih melakukan pengembangan serta pengumpulan alat bukti untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Bupati Muara Enim Edison ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung hari ini. Dalam unggahan Pemkab Muara Enim, Edison sempat melakukan kegiatan apel pagi di kantor Bupati Muara Enim sebelum ditangkap penyidik KPK.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumsel hari ini," ungkap Jubir KPK Budi Prasetyo kepada IDN Times, Senin (8/6/2026).

1. KPK benarkan tangkap bupati Muara Enim

Apel pagi Pemkab Muara Enim (Dok: Pemkab Muara Enim)

Budi menyebut dalam OTT yang dilakukan KPK hari ini pihaknya menangkap lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim. Sementara lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga terkait dengan perkara yang tengah didalami penyidik.

"Salah satu yang ditangkap di antaranya merupakan Bupati Muara Enim," jelasnya.

2. KPK masih lakukan pengembangan setelah penangkapan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan, terkait laporan ICW, tentang dugaan tindak pidana korup pengurusan Sertifikat Halal.

Proses pengamanan dilakukan secara tertutup dan tim penyidik saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Aparat penegak hukum juga masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan.

"Tim masih di lapangan. Kami akan update kembali perkembangannya," jelasnya.

3. Kumpulkan alat bukti setelah penangkapan

ilustrasi korupsi (unsplash.com/Nohe Pereira)

Belum ada penjelasan resmi mengenai perkara yang sedang ditangani, termasuk status hukum pihak-pihak yang diamankan. Namun, informasi yang beredar menyebutkan operasi tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.

Saat ini aparat masih melakukan pendalaman serta pengumpulan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Editorial Team

Related Article