Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BKSDA Sumsel Selidiki Dugaan Kemunculan Harimau di Pemukiman Muratara
harimau sumatra (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg. NZ)
  • BKSDA Sumsel menurunkan tim ke Muratara untuk memeriksa laporan warga tentang dugaan kemunculan harimau di area pemukiman dan perkebunan Desa Kuto Batu Tanjung.
  • Hasil pengecekan menunjukkan jejak yang ditemukan kemungkinan besar milik harimau, diduga keluar dari kawasan TNKS akibat gangguan habitat seperti perambahan atau perburuan liar.
  • BKSDA mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun karena serangan terhadap ternak sudah terjadi beberapa kali dengan delapan kerbau dilaporkan mati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BKSDA Sumatra Selatan melakukan pengecekan atas laporan dugaan kemunculan harimau di kawasan pemukiman dan perkebunan warga di Kabupaten Musi Rawas Utara.
  • Who?
    Kepala BKSDA Sumatra Selatan Yusmono bersama tim lapangan, serta warga Desa Kuto Batu Tanjung dan Kepala Desa Ahmad Syukri yang melaporkan kejadian tersebut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Desa Kuto Batu Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, dekat kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
  • When?
    Pengecekan dilakukan pada Minggu, 26 April 2026, setelah laporan warga mengenai serangan terhadap ternak dalam beberapa bulan terakhir.
  • Why?
    Kemunculan harimau diduga akibat gangguan habitat di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat seperti perambahan atau perburuan liar yang membuat satwa keluar mencari makan.
  • How?
    BKSDA menurunkan tim ke lokasi untuk memeriksa jejak kaki dan kondisi sekitar, sementara warga diminta meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas di kebun pada waktu rawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada harimau datang ke kampung di Muratara. Warga takut karena delapan kerbau sudah mati dimakan harimau. Petugas dari BKSDA datang untuk lihat jejaknya dan katanya itu memang jejak harimau. Harimaunya mungkin keluar dari hutan karena tempatnya terganggu. Sekarang warga diminta hati-hati kalau ke kebun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Rawas Utara, IDN Times - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan Yusmono mengatakan, telah melakukan pengecekan dengan petugas di Musi Rawas Utara (Muratara) atas laporan warga sekitar yang menyebutkan adanya dugaan kemunculan harimau masuk ke kawasan pemukiman masyarakat.

"Kami sudah menerima informasi dan tim telah turun ke lokasi," ujarnya, Minggu (26/4/2026).

1. Warga temukan jejak kaki harimau

Harimau (commons.wikimedia/Upamanyu)

Diketahui sebelumnya, Warga Desa Kuto Batu Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, dibuat resah dengan kemunculan harimau yang masuk ke area perkebunan dan pemukiman.

Dalam beberapa kejadian terakhir, sedikitnya 8 ekor kerbau dilaporkan mati diduga dimangsa satwa buas tersebut. Keresahan warga makin meningkat setelah ditemukan jejak kaki yang diduga milik harimau di sekitar kebun warga.

"Dari hasil pengecekan awal menunjukkan jejak tersebut kemungkinan besar jejak itu benar milik harimau, apalagi lokasinya berdekatan dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)," kata Yusmono.

2. Harimau diduga berasal dari TNKS

Anak harimau (pexels.com/Leon)

Dia menjelaskan, kemunculan harimau hingga ke area perkebunan warga diduga karena adanya gangguan di habitat aslinya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat seperti aktivitas perambahan atau perburuan liar.

“Bisa jadi kondisi di dalam kawasan TNKS sudah terganggu, sehingga harimau keluar mencari makan hingga ke kebun warga,” jelas dia.

Adanya dugaan kemunculan harimau yang kian dekat dengan tempat tinggal warga, BKSDA pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun pada pagi, sore, maupun malam hari.

“Kami minta warga berhati-hati dan mengurangi aktivitas di kebun pada waktu-waktu rawan. Dari jejak yang ditemukan, diduga hanya satu ekor harimau," katanya.

3. Terdata 8 kerbau ternak mati di Muratara dimangsa harimau

Harimau (commons.wikimedia/Aadishbahulikar18)

Sementara menurut Kepala Desa Kuto Batu Tanjung, Ahmad Syukri, warga memang melaporkan adanya hewan ternak yang mati. Ia menyebut dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap ternak cukup sering terjadi.

“Dalam beberapa kejadian terakhir, sudah ada delapan kerbau milik warga yang mati diduga dimangsa harimau. Warga tentu sangat khawatir untuk beraktivitas di kebun maupun saat menggembalakan ternak," jelas dia.

Editorial Team