4 Jemaah Haji Kloter 9 Padang Jalani Pemeriksaan Kesehatan usai Tiba

- Empat jemaah haji kloter 09 Debarkasi Padang menjalani observasi di Klinik Kesehatan BKK setelah mengalami keluhan seperti pusing, nyeri, hipokalemia, dan sesak napas setibanya di Bandara Minangkabau.
- Seluruh jemaah yang sempat diobservasi dinyatakan stabil dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan pulang, dengan observasi dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi kesehatan mereka aman.
- Pemantauan kesehatan dilakukan sejak pesawat mendarat hingga tiba di Asrama Haji melalui serah terima dokter kloter dan pemeriksaan thermal scanner guna mendeteksi potensi gangguan kesehatan.
Padang, IDN Times - Sebanyak empat orang jemaah haji kelompok terbang (kloter) 09 Debarkasi Padang menjalani observasi usai menjalani pemeriksaan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Dokter Klinik Kesehatan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Debarkasi Padang, Resnita, mengatakan bahwa empat jemaah haji tersebut telah melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Mereka harus menjalani perawatan lanjutan di klinik kesehatan setelah ada keluhan usai melakukan perjalanan jauh dari Tanah Suci," katanya.
1. Bagaimana keadaan 4 jemaah haji?

Jemaah pertama, Yuliar (84) asal Kabupaten Solok, mengeluhkan pusing saat tiba di BIM. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang tinggi.
Selain itu, yang bersangkutan juga memiliki riwayat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit, sehingga mengalami kesulitan berjalan dan harus dibawa menggunakan ambulans dari bandara menuju Asrama Haji.
Jemaah kedua, Sawinar (81), juga menjalani observasi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang tinggi. Ia mengeluhkan nyeri yang menjalar dari pinggang hingga ke kaki.
Sementara itu, Martini (71) mendapatkan pemantauan karena mengalami hipokalemia, yakni kondisi ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal sehingga berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh.
Sedangkan Andriana (67) mengalami sesak napas sesaat setelah tiba di Asrama Haji. Petugas kemudian membawa yang bersangkutan menggunakan kursi roda dari aula menuju Klinik Kesehatan Debarkasi untuk mendapatkan penanganan dan observasi lebih lanjut.
2. Sudah dipulangkan

Resnita mengatakan, jemaah yang melakukan observasi di klinik kesehatan debarkasi itu telah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan.
"Alhamdulillah, seluruhnya dalam kondisi stabil dan dapat melanjutkan perjalanan pulang bersama rombongan,” katanya.
Menurutnya, observasi yang dilakukan bukan semata-mata karena kondisi darurat, melainkan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan jemaah dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah yang meninggalkan Asrama Haji benar-benar dalam kondisi yang terpantau dengan baik. Jika ada keluhan kesehatan, langsung kami observasi dan tindaklanjuti sebelum mereka kembali ke daerah,” katanya.
3. Pemantauan dilakukan sejak dari bandara

Resnita menjelaskan, pemantauan dimulai sejak pesawat mendarat. Tim BKK langsung melakukan serah terima kesehatan dengan dokter kloter di pintu pesawat guna memastikan tidak ada jemaah yang memerlukan penanganan darurat.
“Saat pesawat mendarat, tim BKK langsung melakukan serah terima dengan dokter kloter di pintu pesawat. Dari situ kami mengetahui apakah ada jemaah yang memerlukan penanganan segera atau ada kondisi kesehatan tertentu yang harus dipantau lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, seluruh jemaah yang tiba di Asrama Haji juga menjalani pemantauan melalui thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh dan mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
“Setiap jemaah yang tiba juga dipantau melalui thermal scanner. Tujuannya untuk melihat kondisi suhu tubuh dan mendeteksi apabila ada indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut,” tutupnya.

















