Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Berawal Adu Ketahanan Napas, Bocah 10 Tahun Tewas di Sungai Komering

Kab. Ogan Komering Ilir
2 min read
Berawal Adu Ketahanan Napas, Bocah 10 Tahun Tewas di Sungai Komering
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi bocah 10 tahun yang tenggelam di Sungai Komering. (Dok. Basarnas Palembang)

  • Hendi Aliansyah (10) tenggelam di Sungai Komering, Ogan Komering Ilir, saat bermain adu menahan napas sambil menyelam bersama dua temannya pada Jumat sore.
  • Tim SAR gabungan bersama TNI/Polri, perangkat desa, dan warga melakukan pencarian dengan perahu karet serta perahu nelayan, menyisir area hingga beberapa kilometer.
  • Jasad Hendi ditemukan warga yang memancing pada Sabtu malam, lalu dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga; masyarakat diimbau waspada beraktivitas di sungai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Nasib malang menimpa Hendi Aliansyah (10), bocah SD yang sempat dinyatakan hilang saat mandi di Sungai Komering, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Tanjung Lubuk pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah dua hari pencarian oleh tim SAR, jasad korban berhasil ditemukan pada Sabtu (31/10/2026) pukul 23.30 WIB.

Hendi sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sungai saat sedang mandi dan berenang di Sungai Komering bersama dua orang temannya sekitar pukul 17.00 WIB. Ketiganya kemudian bermain adu ketahanan menahan napas sambil menyelam. Namun, saat kedua temannya muncul ke permukaan, korban tidak kunjung terlihat kembali dan dinyatakan tenggelam.

  1. 1. Pencarian korban menggunakan perahu karet dan perahu tradisional milik nelayan

    Tim SAR gabungan melakukan pencarian bocah berusia 10 tahun yang tenggelam di Sungai Komering, wilayah setempat.
    Tim SAR gabungan melakukan pencarian bocah 10 tahun yang tenggelam di Sungai Komering. (Dok. Basarnas Palembang)

    Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung menerjunkan personel darurat ke lokasi. Setelah menerima informasi kejadian, tim rescue langsung berangkat ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian.

    Operasi pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan yang terdiri atas personel Basarnas, TNI/Polri, perangkat desa, serta dibantu oleh warga setempat. Mereka memanfaatkan armada perahu karet dan perahu tradisional milik nelayan.

    "Penyisiran visual diperluas hingga radius beberapa kilometer dari titik lokasi awal korban menyelam untuk mengantisipasi korban terbawa arus sungai," ujarnya.

  2. 2. Warga yang memancing terkejut melihat sesosok jasad anak kecil

    Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jasad bocah berusia 10 tahun yang ditemukan di Sungai Komering.
    Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad bocah 10 tahun di Sungai Komering. (Dok. Basarnas Palembang)

    Hingga akhirnya, upaya pencarian selama dua hari terhadap Hendi Aliansyah menemukan titik terang. Keberadaan korban pertama kali diketahui oleh seorang warga yang tengah memancing pada Sabtu (31/10/2026) pukul 23.30 WIB. Warga tersebut terkejut melihat sesosok jasad anak kecil.

    "Warga langsung bergegas melaporkan temuannya kepada Tim SAR Gabungan. Mendapat informasi tersebut, Tim SAR bersiaga dan langsung bergerak menuju lokasi. Selanjutnya, petugas dibantu warga mengevakuasi jasad korban," ungkap Raymond.

  3. 3. Ingatkan warga selalu berhati-hati

    Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad seorang bocah yang tenggelam dari Sungai Komering menggunakan perahu karet.
    Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad bocah yang tenggelam di Sungai Komering. (Dok. Basarnas Palembang)

    Jenazah Hendi kemudian langsung dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga. Dalam kesempatan yang diliputi suasana duka, Raymond sampaikan rasa belasungkawa yang mendalam mewakili seluruh tim SAR.

    "Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," tuturnya.

    Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan khususnya sungai. Masyarakat diingatkan untuk tidak berenang di lokasi berbahaya, memperhatikan kondisi arus dan kedalaman sungai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More