Kegiatan Sekolah di Palembang Kembali Tatap Muka Mulai 2 November

Seluruh sekolah di bawah kebijakan Pemkot Palembang kembali menjalankan pembelajaran tatap muka pada 2 November 2026, setelah dua bulan menerapkan PJJ akibat kabut asap karhutla.
Surat edaran Pemkot Palembang menetapkan guru, pegawai, dan peserta didik kembali mengikuti kegiatan normal; seluruh warga sekolah diwajibkan siap belajar mulai pukul 06.40 WIB.
Siswa menyambut kembalinya tatap muka karena dapat berinteraksi dengan teman dan guru, serta berharap materi pelajaran lebih mudah dipahami lewat pembelajaran langsung.
Palembang, IDN Times - Kegiatan pembelajaran di seluruh sekolah di bawah kebijakan Pemerintah Kota Palembang kembali tatap muka pada 2 November 2026. Sebelumnya, Pemkot sempat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat kabut asap mengepung wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Iya, besok (2/11/2026) sudah masuk normal setelah dua bulan PJJ," kata Yanti, wali murid SD N 157 Palembang, kepada IDN Times, Minggu (1/11/2026).
1. Sekolah masuk pukul 06.40 WIB

Ilustrasi sekolah negeri di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal) Sebelumnya, Pemerintah Kota Palembang melalui Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 800/3879/BKPSDM-V/2026 tanggal 29 Oktober 2026 menetapkan pengembalian jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang termasuk penerapan kembali sekolah tatap muka.
Menurut EI, kepala SMP di salah satu sekolah Kawasan Sukamaju menyampaikan bahwa terkait surat edaran yang telah diterima sekolah, mulai 2 November seluruh guru, pegawai, dan peserta didik diwajibkan kembali masuk sekolah pada waktu normal seperti biasa.
"Semua, guru, siswa dan seluruh staf diwajibkan sudah ada di sekolah dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran mulai pukul 06.40 WIB, terhitung Senin, 2 November 2026," katanya.
2. Siswa sambut bahagia sekolah tatap muka lagi

Ruang kelas Sekolah Rakyat Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Penerapan sekolah yang kembali seperti semula sebelum karhutla terjadi juga disambut baik oleh para siswa. Selain bisa mengikuti pembelajaran secara langsung, mereka juga kembali berinteraksi bersama di sekolah. Kata Afif, siswa kelas 2 SD Negeri 157 Palembang, kebersamaan di sekolah menjadi hal yang sangat berarti.
“Saya merindukan interaksi dengan teman dan guru, bahkan untuk hal kecil seperti ke kantin bersama," ujar Afif.
3. Materi belajar lebih dipahami saat sekolah tatap muka

Ilustrasi aktivitas tatap muka di sekolah Palembang (IDN Times/Dokumen) Dia berharap, dengan kembali berlangsungnya pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar dan semua materi dapat lebih mudah dipahami sekaligus dapat memaksimalkan waktu belajar di sekolah.
"Kalau sekolah langsung, gak ada yang gak ngerti materi," kata dia.




















