Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabut Asap Kembali Tebal, PJJ di Muba Dapat Diterapkan Situasional

Kab. Musi Banyuasin
3 min read
Kabut Asap Kembali Tebal, PJJ di Muba Dapat Diterapkan Situasional
Bupati Muba saat meninjau kegiatan PTM di SDN 11 Sekayu. (Dok. Pemkab Muba)
  • Disdikbud Muba mengizinkan sekolah mengalihkan PTM ke PJJ secara situasional bila kabut asap dan ISPU membahayakan kesehatan warga sekolah.
  • Sekolah diminta menghentikan sementara aktivitas luar ruangan saat udara belum membaik, mewajibkan masker, serta memantau kualitas udara dan kesehatan warga sekolah.
  • Bupati Muba Toha Tohet meninjau dampak asap di Sekayu dan menegaskan PJJ diberlakukan jika ISPU masuk kategori tidak sehat atau sangat tidak sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten (Disdikbud) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mengingatkan satuan pendidikan untuk mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik.

Jika kondisi kabut asap kembali menebal dan kualitas udara di sekitar sekolah membahayakan, pembelajaran tatap muka (PTM) dapat kembali dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kepala Disdikbud Muba, Yayan, mengatakan bahwa kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah sekolah. Menurutnya, PJJ sebelumnya memang telah diterapkan sebagai langkah antisipasi ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

"Kalau kondisi kabut asap kembali tebal dan kualitas udara sudah mengganggu kesehatan, kepala satuan pendidikan dapat mengambil kebijakan untuk mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi PJJ," ujarnya, Kamis (6/10/2026).

  1. 1. Kebijakan PJJ melihat kondisi ketebalan asap dan kualitas udara

    Sejumlah siswa SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat berangkat menuju sekolah bersama teman-temannya.
    Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani)

    Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Imbauan Nomor 420/4038/Dikbud/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Musibah Kabut Asap pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Muba yang ditetapkan di Sekayu pada 5 Oktober 2026.

    Dalam surat tersebut, kepala satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk mengalihkan proses belajar mengajar secara tatap muka menjadi PJJ atau daring, khususnya apabila kondisi ketebalan asap maupun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sekitar sekolah membahayakan kesehatan warga sekolah.

    "Jadi, bukan berarti semua sekolah langsung kembali PJJ. Kebijakannya melihat kondisi di lapangan, terutama ketebalan asap dan kualitas udara di sekitar sekolah," terangnya.

  2. 2. Sekolah diminta untuk menghentikan sementara kegiatan di luar ruangan

    Para siswa SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat berangkat ke sekolah dengan seragam putih merah.
    Para siswa di SDN 8 Sekayu mengenakan masker saat pergi sekolah. (IDN Times/Yuliani)

    Selain kemungkinan penerapan kembali PJJ, pihaknya juga meminta sekolah menghentikan sementara kegiatan di luar ruangan, seperti olahraga, upacara, kegiatan ekstrakurikuler dan jam istirahat di luar kelas apabila kualitas udara belum membaik.

    "Peserta didik, guru dan tenaga kependidikan juga diminta menggunakan masker ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat perjalanan dari dan ke sekolah," terangnya.

    Yayan menegaskan, pihak sekolah juga diminta terus memantau informasi kualitas udara dari instansi terkait serta kondisi kesehatan warga sekolah.

    "Keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, kondisi udara harus terus dipantau dan kebijakan pembelajaran menyesuaikan kondisi tersebut," ungkapnya.

  3. 3. Bupati Muba instruksikan PJJ jika kualitas udara memburuk

    Bupati Muba meninjau langsung pelaksanaan pembelajaran tatap muka bersama siswa dan guru di SDN 11 Sekayu.
    Bupati Muba saat meninjau kegiatan PTM di SDN 11 Sekayu. (Dok. Pemkab Muba)

    Sementara itu, Bupati Muba Toha Tohet meninjau langsung dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sekayu, Kamis (8/10/2026). Kunjungan dilakukan ke SDN 11 Sekayu dan RSUD Sekayu untuk memastikan kondisi masyarakat serta kesiapan pelayanan kesehatan.

    Dalam kesempatan tersebut, Toha melihat langsung kondisi sekolah dan aktivitas belajar-mengajar di tengah paparan asap karhutla. Menurutnya, kesehatan dan keselamatan siswa menjadi perhatian utama. OPD terkait akan memonitor secara update ISPU di seluruh kabupaten Muba.

    “Kalau ISPU sudah dikategorikan tidak sehat atau sangat tidak sehat, kita lakukan pembelajaran jarak jauh (PPJ). Kesehatan dan keselamatan anak-anak menjadi prioritas,” ujar Toha.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More