Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diduga Terkena Gas Beracun, 2 Buruh Tewas di Dalam Sumur di Muara Enim

Kab. Muara Enim
2 min read
Diduga Terkena Gas Beracun, 2 Buruh Tewas di Dalam Sumur di Muara Enim
Evakuasi pengangkatan korban meninggal dunia di dalam sumur di Desa Muara Lawai, Muara Enim (Dok: Polres Muara Enim)
  • Dua buruh harian, Heriyanto dan Agustinus Ari Feriyanto, meninggal setelah pingsan di dalam sumur di Desa Muara Lawai, Muara Enim, saat memperbaiki sumber air yang surut.

  • Heriyanto lebih dulu turun menggunakan tali dan pingsan di dasar sumur. Agustinus kemudian turun untuk menolong, tetapi ikut kehilangan kesadaran.

  • Polisi menduga keduanya menghirup gas beracun. Tim gabungan mengevakuasi korban sekitar pukul 12.50 WIB, sementara keluarga menolak visum dan autopsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Muara Enim, IDN Times - Niat Agustinus (40) membantu rekannya, Heriyanto (42), berujung tragis. Agustinus tak menyadari ada bahaya mengintai setelah rekannya Heriyanto pingsan di dasar sumur di Desa Muara Lawai, Muara Enim, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Awalnya, kedua buruh harian tersebut hendak memperbaiki sumber air yang surut di dalam sumur. Bermodalkan pipa paralon, korban pertama, Heriyanto, turun ke dalam sumur menggunakan tali. Sesampainya di dasar sumur, Heriyanto langsung pingsan. Melihat hal tersebut, Agustinus mencoba menolong rekannya tanpa mengetahui penyebab kawannya roboh.

"Kedua korban diduga menghirup gas beracun hingga mengalami sesak dan meninggal dunia," ungkap Kasatreskrim Polres Muara Enim, AKP Muhammad Andrian, Senin (12/10/2026).

  1. 1. Rekan korban sempat berusaha membantu

    Evakuasi pengangkatan korban meninggal dunia di dalam sumur di Desa Muara Lawai, Muara Enim (Dok: Polres Muara Enim)
    Evakuasi pengangkatan korban meninggal dunia di dalam sumur di Desa Muara Lawai, Muara Enim (Dok: Polres Muara Enim)

    Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Untuk melakukan pekerjaan itu, Heriyanto turun ke dasar sumur dengan bantuan tali. Namun, sesampainya di bawah, ia tiba-tiba pingsan.

    Melihat kondisi tersebut, adik dan anak Heriyanto, M. Feri Andika (41) dan Muhammad Fajrianto (20), membantu memegang tali panik. Mereka berteriak meminta pertolongan sehingga Agustinus yang mendengar teriakan itu kemudian datang membantu.

    "Agustinus ikut turun ke dalam sumur untuk menolong Heriyanto. Namun, setelah mencapai dasar sumur dan hendak mengangkat rekannya, Agustinus juga pingsan," jelasnya.

  2. 2. Kedua korban dievakuasi petugas gabungan

    Ilustrasi garis polisi berwarna kuning membentang sebagai penanda area yang dibatasi untuk kepentingan penyelidikan.
    Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

    Saksi yang melihat kejadian tersebut kemudian menghubungi pemilik rumah, Munajat. Setelah tiba di lokasi, Munajat meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan Bhabinkamtibmas.

    Informasi kejadian itu kemudian diteruskan kepada SPKT Polres Muara Enim. Petugas kepolisian bersama tim pemadam kebakaran, Basarnas, dan tim penyelamat PT Bukit Asam melakukan evakuasi terhadap kedua korban.

    "Setelah proses evakuasi berlangsung, kedua korban berhasil dikeluarkan dari sumur sekitar pukul 12.50 WIB. Mereka kemudian dibawa ke RS Rabain Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

  3. 3. Diduga ada gas beracun di dalam sumur

    Ilustrasi garis polisi berwarna kuning membentang sebagai penanda area yang dibatasi untuk kepentingan penyelidikan.
    Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

    Berdasarkan laporan kepolisian, terdapat dugaan gas beracun di dalam sumur yang menyebabkan kedua korban kehilangan kesadaran. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut belum terkonfirmasi.

    Pihak keluarga kedua korban menolak visum et repertum dan autopsi. Mereka juga menyatakan bersedia membuat surat pernyataan dan membawa jenazah ke rumah duka untuk dimakamkan.

    Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan saat bekerja di dalam sumur. Orang yang kehilangan kesadaran di ruang terbatas dapat membutuhkan penanganan khusus, sehingga upaya pertolongan tidak boleh dilakukan dengan langsung turun tanpa perlengkapan dan prosedur penyelamatan yang memadai.

    "Perlu edukasi kepada masyarakat dan imbauan untuk tidak menggali sumur secara manual. Karena, dikhawatirkan terjadi kasus serupa," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More