Harga Emas Palembang Hari Ini Stagnan: Mulai Rp13 Jutaan Sesuku

Harga emas perhiasan di Palembang pada 12 Oktober 2026 stagnan di kisaran Rp13 jutaan per suku atau 6,7 gram, meski tiap toko dapat menetapkan harga berbeda.
Stabilnya emas perhiasan berlawanan dengan emas batangan Antam di Pegadaian yang turun menjadi Rp2.633.000 per gram dari Rp2.660.000 per gram.
Ekonom menilai harga emas dipengaruhi permintaan, penawaran, dan inflasi; masyarakat tetap membeli emas saat harga tinggi sebagai upaya menjaga nilai aset.
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang hari ini, Senin (12/10/2026), terpantau stagnan. Meski nyaris menyentuh angka Rp14 jutaan per suku atau setara 6,7 gram, harga emas kini stabil di angka Rp13 jutaan.
Perlu diketahui, harga emas perhiasan di sejumlah toko bisa berbeda-beda. Ragam harga yang terjadi, dipengaruhi oleh faktor produksi pabrik emas ataupun efek perawatan dan operasional pemurnian emas saat melakukan sistem buyback atau jual kembali.
1. Nilai emas potensi bergerak tiap hari

ilustrasi perhiasan emas (freepik.com/jannoon028) Harga emas perhiasan yang stabil tak sejalan dengan tren penurunan harga emas batangan. Berdasarkan pantauan data Pegadaian, harga emas batangan melandai tipis menjadi Rp2.633.000 per gram untuk Antam dari sebelumnya di angka Rp2.660.000 per gram.
Menurut Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang Sri Rahayu, secara umum nilai emas berpotensi bergerak setiap hari. Pergerakan itu bisa berfluktuasi ataupun tak goyah.
Apabila harga emas stagnan, biasanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar yang mengikuti hukum pasar yang konsisten. Sementara itu, jika harga emas naik, biasanya disebabkan oleh animo masyarakat.
2. Pergerakan harga emas dapat dipengaruhi permintaan pasar

ilustrasi perhiasan emas muda (pexels.com/Git Stephen Gitau) Sementara itu, kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Soekanto Sairuki, fluktuasi dan kestabilan harga emas perhiasan juga dipengaruhi oleh inflasi ekonomi dan faktor permintaan di pasaran. Harga emas naik bila permintaan tinggi dan begitu sebaliknya. Namun, meski harga emas turun, ekonomi daerah tetap berpotensi mengalami dampak inflasi.
"Harga emas dipengaruhi karena kondisi penawaran dan permintaan," katanya.3. Harga emas naik atau turun tidaj ada alasan bagi yang tetap ingin membeli

Perhiasan emas. (IDN Times/Muhammad Saifullah) Sedangkan dari hasil analisis pakar ekonomi sekaligus peneliti Universitas Islam Indonesia (UII), Listya Endang Artian, harga emas yang naik ataupun turun tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk berhenti membeli emas.
Bahkan saat harga tinggi, keinginan masyarakat secara ramai-ramai membeli emas pun merupakan bentuk bentuk perlindungan diri untuk menjaga nilai emas atau store of value. Kondisi tersebut, katanya, seiring dengan kemunculan gejolak harga emas global yang mendadak dan terjadi intens. Situasi ini jelas Endang bisa jadi salah satu penilaian perekonomian dunia yang terancam.
























