Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir dan Longsor Terjang 1 Desa di OKU Selatan, 130 Jiwa Terdampak

Banjir dan Longsor Terjang 1 Desa di OKU Selatan, 130 Jiwa Terdampak
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara. (Dok. Pemkab OKU Selatan)
Intinya Sih
  • Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 45 kepala keluarga atau 130 jiwa

  • Sebagian besar warga memilih bertahan dan mulai membersihkan rumah

  • Saat ini kondisi di lokasi sudah mulai kondusif setelah air surut

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ogan Komering Ulu Selatan, IDN Times -‎ Banjir bandang disusul tanah longsor menerjang Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan pada Minggu (29/3/2026) malam merendam ratusan rumah di Dusun I dan Dusun IV. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 45 kepala keluarga atau 130 jiwa dengan sebagian terpaksa mengungsi.

Selain itu, 100 hektare lahan persawahan ikut terendam akibat terjangan banjir. Tiga petak kolam ikan milik warga di Dusun IV juga mengalami kerusakan, dan 1 unit jembatan beton di Dusun IV dilaporkan rusak. Sementara itu, satu gorong-gorong di Dusun VI mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu akses dan mobilitas warga setempat.

1. Sebagian besar warga memilih bertahan dan mulai membersihkan rumah

Kondisi rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara.
Kondisi rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara. (Dok. Pemkab OKU Selatan)

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD OKU Selatan, sebanyak tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terjangan material longsor dan banjir. Sebaran kerusakan terjadi di beberapa dusun. Dengan rincian Dusun VI menjadi wilayah paling terdampak karena tiga rumah tertimbun longsor, disusul Dusun VIII dua rumah, serta masing-masing satu rumah di Dusun I.

Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, mengatakan meski demikian, hanya dua kepala keluarga dengan enam jiwa yang terpaksa mengungsi. Sementara sebagian besar warga memilih bertahan dan mulai membersihkan rumah masing-masing setelah air surut.

"Kerusakan sawah mencapai sekitar 100 hektare. Ini tentu berdampak pada ketahanan pangan masyarakat setempat. Selain itu, rusaknya jembatan dan gorong-gorong juga akan memengaruhi akses distribusi dan aktivitas warga,” ujarnya.

2. Saat ini kondisi di lokasi sudah mulai kondusif setelah air surut

Bupati Abusama saat meninjau rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara.
Bupati Abusama saat meninjau rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara. (Dok. Pemkab OKU Selatan)

Indra menambahkan, BPBD OKU Selatan bersama unsur TNI, Polri, serta dinas terkait masih bersiaga di lokasi guna memastikan proses penanganan berjalan optimal dan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi. Saat ini kondisi di lokasi sudah mulai kondusif setelah air surut, dan masyarakat bersama tim gabungan tengah melakukan pembersihan material sisa banjir dan longsor.

“Tim di lapangan terus melakukan pendataan lanjutan serta pembersihan material longsor. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan berikutnya, terutama terkait perbaikan infrastruktur dan pemulihan lahan pertanian warga,” ungkapnya.

3. Bupati menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mendirikan dapur umum

Bupati Abusama saat meninjau rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara.
Bupati Abusama saat meninjau rumah warga yang terdampak banjir dan longsor di Desa Simpang Sender Utara. (Dok. Pemkab OKU Selatan)

Sementara itu, Bupati OKU Selatan, Abusama, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lokasi terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda 2 dusun di Desa Simpang Sender Utara. Bupati menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mendirikan dapur umum guna menjamin ketersediaan makanan bagi para korban.

"Sinergi menjadi kunci. Semua OPD harus bergerak bersama, saling berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait agar penanganan di lapangan tidak terhambat,” tegasnya.

Selain itu, Abusama turut menyoroti pentingnya akses komunikasi di lokasi terdampak. Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika segera menghadirkan jaringan komunikasi guna mendukung koordinasi tim di lapangan.

“Komunikasi adalah hal vital dalam situasi darurat. Kami minta jaringan segera dipulihkan atau disediakan agar informasi dari lapangan bisa cepat diterima dan ditindaklanjuti,” ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More