Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angka Kemiskinan di Sumsel Tembus 1 Digit, Terendah dalam 10 Tahun

Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya sih...
  • Persentase penduduk miskin di Sumsel berhasil tembus satu digit, yakni 9,85 persen
  • Pemda diminta terbuka memberikan informasi Sensus Ekonomi 2026
  • Secara data, terjadi penurunan signifikan dalam enam bulan terakhir
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis persentase penduduk miskin di Sumatra Selatan (Sumsel) berhasil menembus satu digit, yakni sebesar 9,85 persen pada September 2025. Angka ini merupakan capaian bersejarah dalam upaya penanggulangan kemiskinan selama satu dekade terakhir sejak Maret 2014.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut, pencapaian tersebut sebagai mimpi lama yang akhirnya terwujud melalui kerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Impian saya, Sumsel kemiskinan satu digit. Saat itu terasa impossible, tapi dijadikan tekad. Alhamdulillah, ini bisa terwujud,” ujar Deru.

1. Pemda diminta terbuka memberikan informasi Sensus Ekonomi 2026

Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Bupati Cik Ujang saat menggelar rapat dengan BPS.
Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Bupati Cik Ujang saat menggelar rapat dengan BPS. (Dok. Pemprov Sumsel)

Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak terlena dengan capaian tersebut. Menurutnya, posisi satu digit masih sangat rentan, mengingat selisihnya hanya 0,15 persen dari ambang dua digit.

"Kita boleh bangga, tapi tidak boleh kufur. Karena kalau lengah, bisa kembali dua digit. Sumsel ini bingkai dari 17 kabupaten dan kota. Kalau satu lemah, semuanya terdampak,” ucapnya.

Deru menekankan pentingnya data yang akurat sebagai dasar kebijakan, terutama menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia meminta keterlibatan aktif pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat RT agar masyarakat terbuka dalam memberikan informasi kepada petugas sensus.

“Petugas ada sekitar 7.000 orang. Diharapkan keterbukaan informasi, jangan ditutupi. Data yang benar hanya bisa diperoleh dari keterbukaan masyarakat,” katanya.

2. Secara data, terjadi penurunan signifikan dalam enam bulan terakhir

Ilustrasi kemiskinan.
Ilustrasi kemiskinan. IDN Times/ istimewa

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto menjelaskan, capaian ini ditopang oleh sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Sumsel tercatat sebesar 5,35 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen.

“Penurunan kemiskinan Sumsel ke level 9,85 persen ini merupakan pencapaian terendah sepanjang sejarah. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga berada di bawah nasional, yaitu 3,59 persen,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, BPS berperan memotret hasil kebijakan yang telah dijalankan pemerintah daerah, sementara keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten atau kota dan seluruh jajarannya.

Secara data, terjadi penurunan signifikan dalam enam bulan terakhir. Angka kemiskinan turun 0,30 persen dibandingkan Maret 2025 yang masih berada di level 10,15 persen. Secara absolut, jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 21,4 ribu orang, dari 919,60 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 898,24 ribu orang pada September 2025.

3. Fluktuasi angka kemiskinan sempat terjadi terutama pada masa pandemi Covid-19

Ilustrasi kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan (Foto: IDN Times)

Jika ditarik ke belakang, fluktuasi angka kemiskinan sempat terjadi terutama pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020–2021, di mana persentase kemiskinan sempat melonjak hingga 12,98 persen.

Namun pascapandemi, Sumsel menunjukkan resiliensi ekonomi yang kuat, dengan penurunan bertahap sejak Maret 2022 di angka 11,90 persen hingga akhirnya menembus satu digit pada 2025. Keberhasilan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sumsel.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Jembatan Musi V Palembang bakal Difungsikan Lebaran 2026

08 Feb 2026, 10:32 WIBNews