Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Cuma Pempek, Ini 7 Kuliner Khas Palembang yang Tak Kalah Enak

Bukan Cuma Pempek, Ini 7 Kuliner Khas Palembang yang Tak Kalah Enak
Pempek makanan khas palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • Restoran Beringin di Palembang menyajikan beragam kuliner khas selain pempek, seperti tekwan, model, laksan, celimpungan, mie celor, hingga kue srikaya sebagai penutup.
  • Setiap hidangan memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari kuah kaldu udang pada tekwan dan mie celor hingga kuah santan kental pada laksan dan celimpungan.
  • Dicky Purwadi selaku pemilik restoran menjelaskan bahwa wisatawan juga disarankan mencoba pempek panggang dan kapal selam agar mengenal variasi rasa khas Palembang lebih luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Kalau bicara kuliner khas Palembang, kebanyakan orang pasti langsung terpikir pempek. Padahal, kota ini punya banyak pilihan hidangan lain yang tak kalah lezat dan menggugah selera. Sebut saja tekwan, model, laksan, celimpungan, mi celor, hingga pempek panggang dan kue srikaya yang sama-sama jadi favorit.

Kali ini, IDN Times akan mengulas cita rasa sekaligus proses pembuatan berbagai menu tersebut yang disajikan di Restoran Beringin. Lalu, seperti apa keunikannya? Berikut ragam kuliner khas Palembang selain pempek yang siap memanjakan lidahmu.

1. Menikmati tekwan ikan tenggiri dengan rasa kuah yang gurih

Tekwan makanan khas Palembang
Tekwan makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pemilik Pempek Beringin, Dicky Purwadi, menjelaskan bahwa selain berbagai jenis pempek, gerainya juga menghadirkan tekwan sebagai menu andalan. Hidangan ini dibuat dari ikan tenggiri dan semakin menggugah selera berkat racikan bumbu pelengkap seperti merica, udang kupas, bawang goreng, soun, serta penyedap yang menghasilkan cita rasa gurih.

Menurut Dicky, proses pembuatan tekwan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pempek. Bedanya, adonan tekwan dibentuk lebih kecil dibanding pempek adaan, lalu disajikan dengan kuah khas racikan restoran.

“Tekwan kami disajikan dengan pelengkap seperti timun, bengkuang, jamur, dan sambal sesuai selera. Kuahnya berbahan dasar kaldu udang, dan biasanya kami tambahkan bunga sedap malam untuk memperkaya aroma dan rasa,” jelasnya.

2. Model ikan lebih nikmat disantap saat musim hujan

Model makanan khas Palembang
Model makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menu lain yang tak kalah diminati adalah model, olahan berbahan dasar ikan yang juga tersedia di Pempek Beringin. Dicky Purwadi menjelaskan, model dibuat dari campuran ikan dan sagu, dengan tambahan putih telur dalam jumlah lebih banyak agar adonan lebih padat dan tidak mudah pecah saat membungkus isian.

Secara penyajian, model dan tekwan memang hampir serupa. Perbedaannya terletak pada isian, di mana model diisi tahu, meski ada juga varian yang menggunakan telur.

“Kuahnya sama seperti tekwan, tapi adonan model biasanya lebih tebal karena membungkus tahu. Model disajikan dengan dipotong kecil-kecil, meski ada juga pembeli yang minta tidak dipotong, tergantung selera. Paling nikmat dimakan saat udara dingin, dengan kuah hangat dan sedikit pedas,” jelas Dicky.

3. Menu laksan dengan kuah santan kental yang lezat dinikmati saat masih hangat

Laksan makanan khas Palembang
Laksan makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Makanan khas Palembang lainnya adalah laksan, yang juga dibuat dari bahan dasar ikan. Dibandingkan menu yang lain, jelas Dicky, laksan merupakan kuliner yang disajikan dengan kuah dari santan yang berwarna kemerah-merahan.

Adonan kaksan berbentuk lenjer yang dipotong oval menyerupai kuah lontong sayur. Sama dengan tekwan dan model, laksan sering disajikan dengan bumbu pelengkap bawang.

“Kuahnya dicampur santan ditambah dengan cabe merah yang telah dihaluskan. Kuah santan laksan ini juga kami racik dengan bumbu lainnya, seperti batang serai dan daun salam yang digeprek untuk menimbulkan aroma. Karena kuah santan lebih kental dari kaldu, laksan enak dimakan waktu hangat,” jelas dia.

4. Celimpungan berkuah santan dengan bentuk adonan seperti bakso ikan

Celimpungan makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Celimpungan makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Nah, selanjutnya ada celimpungan yang sama seperti laksan dihidangkan dengan kuah santan. Kalau laksan berkuah santan berwarna kemerahan, celimpungan juga ada yang disajikan dengan kuah santan berwarna agak hijau muda seperti kuah opor ayam. Berbentuk bulat seperti adonan bakso ikan, celimpungan juga dicampur dengan rempah-rempah.

Menurut Dicky, cara membuat celimpungan ini hampir sama dengan pempek adaan. Dari ikan tenggiri segar yang digiling, diadon menjadi bentuk bulat tidak beraturan yang tidak terlalu kecil dan jangan kebesaran.

"Satu porsi celimpungan yang kami sajikan ada tiga biji yang dicampur kuah santan. Adonan celimpungan ini jangan terlalu keras atau lembut, strukturnya agak lebih kejal dari laksan,” kata dia.

5. Menikmati mie celor Palembang dengan kaldu udang

Potret mi celor makanan khas Palembang
Potret mi celor makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain menyajikan menu bahan dasar ikan, Restoran Beringin ini juga menyediakan mi celor khas Palembang, dengan adonan khusus yang ditambahkan kuah kaldu udang. Mi celor ini setiap hari pasti ada pembeli. Bahkan dalam sehari mampu menghabiskan beberapa kilogram adonan mi.

“Bisa menghabiskan puluhan kilo mi. Bahannya dibuat dengan bentuk tebal, kenyal dan panjang. Untuk harga mi celor di sini sekitar Rp20.000 satu porsi. Untuk satu porsinya terdiri dari mi, kuah kaldu udang lalu ditaburi potongan udang, bawang goreng, telur dan kucai atau gandi,” terang Dicky.

6. Pempek panggang dan pempek kapal selam jadi pilihan untuk dicoba wisatawan

Pempek panggang
Pempek panggang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dicky menerangkan, biasanya wisatawan hanya mengetahui jenis pempek campur saja, seperti pempek kecil-kecil. Tak jarang, konsumen belum pernah mencicipi pempek panggang dan pempek kapal selam (pempek isi telur dengan ukuran lebih besar). Makanya, pempek panggang dan pempek selam bisa jadi pilihan untuk dicoba para wisatawan.

“Banyak yang pesan paket pempek untuk dikirim atau dibawa ke luar Palembang. Saya selalu sampaikan ke karyawan kalau ada yang beli paketan, tawarin mau beli pempek panggang atau pempek kapal selam nggak, biar gak hanya pempek adaan atau lenjer aja yang dinikmati. Mungkin aja ada yang belum pernah makan kan, yang bukan orang Palembang atau tinggal di sini,” terang dia.

7. Kue srikaya dengan cita rasa manis yang bisa jadi menu penutup

Kue srikaya makanan khas Palembang
Kue srikaya makanan khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin) khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Terakhir, ada menu penutup, yakni kue srikaya. Kue berwarna hijau dengan rasa manis ini tidak dibuat dari bahan dasar buah srikaya. Melainkan dari adonan gula, telur dan santan kental. Biasanya di restoran khas Palembang, kue srikaya sering dijadikan menu penutup. Tetap terkadang dimakan sebagai menu pembuka, tergantung selera dan cara menikmatinya.

“Setiap meja kita hidang srikaya dalam cup kecil. Beberapa saya pernah ngobrol sama yang baru nyoba makannya. Ada yang bilang rasanya terlalu manis dan ada yang jadi bikin mual. Tapi di restoran Beringin ini kita buat tidak terlalu manis dan tak dicampur gula buatan, menyesuaikan standar orang-orang yang tidak terlalu suka makanan manis,” tandas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
3+
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest Food Sumatera Selatan

See More