Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Daerah di Sumsel Diselimuti Udara Tak Sehat, PM2,5 Tembus Angka 233
Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)
  • Enam dari delapan daerah yang dipantau DLHP Sumsel berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat per 16 September 2026 pukul 06.00 WIB.
  • Palembang mencatat ISPU tertinggi 233 untuk PM2,5; PALI 203 dan Ogan Ilir 202 juga sangat tidak sehat, sementara Prabumulih, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas tidak sehat.
  • Paparan PM2,5 pada ISPU di atas 200 dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru dan jantung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan kembali menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Bukan hanya Palembang, setidaknya enam daerah berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Data Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel yang diperbarui pada Rabu (16/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan, dari delapan kabupaten/kota yang memiliki data pemantauan, tiga daerah masuk kategori sangat tidak sehat dan tiga lainnya tidak sehat.

Kondisi terburuk tercatat di Palembang. Nilai ISPU untuk parameter PM2,5 mencapai 233, sehingga masuk kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi PM10 juga tercatat cukup tinggi dengan angka 158.

1. PM2,5 terus memburuk

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)

Selain Palembang, dua daerah lain juga berada pada level sangat tidak sehat, yakni Ogan Ilir dengan ISPU 202 dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebesar 203. Keduanya juga didominasi oleh tingginya konsentrasi PM2,5, masing-masing 202 dan 203.

Sementara itu, tiga daerah masuk kategori tidak sehat. Prabumulih mencatat ISPU 160, Musi Banyuasin 144, dan Musi Rawas 141. Dengan demikian, dari delapan daerah yang datanya tersedia, 75 persen berada pada kategori tidak sehat atau lebih buruk.

Adapun dua wilayah lainnya masih berada dalam kategori sedang, yakni Muara Enim dengan ISPU 52dan Lahat sebesar 98. Berikut kondisi ISPU Sumsel berdasarkan pemantauan DLHP Sumsel pukul 06.00 WIB:

  • Palembang: 233 — Sangat Tidak Sehat

  • PALI: 203 — Sangat Tidak Sehat

  • Ogan Ilir: 202 — Sangat Tidak Sehat

  • Prabumulih: 160 — Tidak Sehat

  • Musi Banyuasin: 144 — Tidak Sehat

  • Musi Rawas: 141 — Tidak Sehat

  • Lahat: 98 — Sedang

  • Muara Enim: 52 — Sedang

2. Kabut asap tak hanya di Palembang, menyebar ke banyak daerah

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Persoalan kualitas udara tidak terkonsentrasi di Palembang saja. Tiga wilayah dengan kategori sangat tidak sehat juga memiliki kesamaan, yakni tingginya parameter PM2,5.

PM2,5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Dalam kondisi kualitas udara yang memburuk, keberadaan parameter ini menjadi perhatian karena masyarakat dapat terpapar bukan hanya ketika kabut asap terlihat secara kasat mata.

Kondisi ini juga muncul ketika Sumsel masih menghadapi ancaman karhutla. Sebelumnya, kualitas udara di Palembang, Ogan Ilir dan PALI juga beberapa kali masuk kategori sangat tidak sehat sepanjang September.

3. ISPU di atas 200 berisiko tingkatkan risiko penyakit pernapasan

Potret anak-anak di Sekayu, Kabupaten Muba yang terpaksa mengurangi aktivitas di luar ruangan karena kabut asap. (IDN Times/Yuliani)

Pada level ISPU 200 ke atas, paparan PM2,5 dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, iritasi saluran pernapasan, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru atau jantung. Jika paparan berlangsung terus-menerus, partikel halus ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.

Kelompok yang paling rentan ialah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan jantung. Pada kondisi udara yang sangat tidak sehat, kelompok tersebut perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan asap secara langsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article