Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5.572 Dosis Vaksin PMK Belum Disuntikkan, Capaian Antarwilayah Timpang
Kandang hewan kurban jelang hari raya Idul Adha di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Vaksinasi PMK tahap kedua di Sumsel baru mencapai 67,46 persen per 9 September 2026; 15.428 dari 21.000 dosis telah diberikan, sementara 5.572 dosis masih tersisa.
  • Capaian antarwilayah timpang: lima daerah sudah 100 persen, sedangkan Banyuasin 20 persen, Musi Banyuasin 23,33 persen, dan Ogan Ilir 45,35 persen.
  • DKPP Sumsel meminta petugas mempercepat vaksinasi agar selesai September, menegaskan vaksin diberikan sebagai pencegahan meski ternak sehat dan belum ada laporan penolakan peternak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Vaksinasi PMK tahap kedua di Sumatra Selatan baru mencapai 67,46 persen. Dari alokasi 21.000 dosis, sebanyak 15.428 dosis telah diberikan dan 5.572 dosis masih belum disuntikkan.
  • Who?
    DKPP Sumsel di bawah Kepala DKPP Ruzuan Effendi, petugas lapangan, serta peternak dan hewan ternak sasaran vaksinasi terlibat dalam pelaksanaan program ini.
  • Where?
    Pelaksanaan berlangsung di wilayah Sumatra Selatan, termasuk Musi Rawas, OKU, Pagar Alam, PALI, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Palembang, dan daerah lainnya.
  • When?
    Data capaian tercatat hingga 9 September 2026 pukul 15.04 WIB. DKPP Sumsel menargetkan seluruh vaksinasi tahap kedua dapat diselesaikan pada September 2026.
  • Why?
    Vaksinasi dilakukan untuk mencegah PMK dan memutus mata rantai penyebaran virus. Ternak yang tampak sehat tetap divaksin karena masih berisiko terpapar atau berperan dalam penularan.
  • How?
    DKPP Sumsel mendorong petugas lapangan mempercepat penyuntikan dosis tersisa. Lima daerah telah mencapai 100 persen, sedangkan Banyuasin 20 persen, Musi Banyuasin 23,33 persen, dan Ogan Ilir 45,35 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) masih punya pekerjaan rumah untuk menuntaskan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Hingga 9 September 2026, baru 67,46 persen dari target vaksinasi tahap kedua yang terealisasi.

Artinya, dari 21 ribu dosis yang dialokasikan untuk tahap kedua, sebanyak 15.428 dosis sudah diberikan. Sementara 5.572 dosis lainnya belum terealisasi.

"Kalau bisa, September ini semuanya selesai, karena ada beberapa kabupaten yang sudah. Ada empat kabupaten yang sudah 100 persen," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, Rabu (9/9/2026).

1. Petugas diminta kejar capaian vaksinasi

Kandang hewan kurban jelang hari raya Idul Adha di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Ruzuan, perbedaan capaian antarwilayah menjadi salah satu hal yang harus segera dikejar. Petugas lapangan diminta tidak menunda pelaksanaan vaksinasi agar seluruh dosis yang telah tersedia dapat segera diberikan kepada ternak sasaran.

"Upaya percepatannya, kita mendorong petugas kita di lapangan agar segera diselesaikan. Lebih cepat, lebih bagus," ujarnya.

2. Capaian vaksinasi jomplang

Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi (IDN Times/Rangga Erfizal)

Data DKPP Sumsel per 9 September 2026 pukul 15.04 WIB memperlihatkan capaian vaksinasi tahap kedua masih cukup beragam. Lima daerah telah mencapai target 100 persen, yakni Musi Rawas, OKU, Pagar Alam, PALI, dan Muara Enim.

Namun, capaian tersebut belum diikuti oleh sejumlah daerah lainnya. Empat Lawang baru mencapai 83 persen, sedangkan Palembang dan Lubuk Linggau masing-masing 80 persen.

Sementara OKI berada di angka 76,52 persen. Prabumulih mencapai 60 persen dan OKU Timur 56,7 persen. Capaian paling rendah tercatat di Banyuasin yang baru 20 persen, disusul Musi Banyuasin 23,33 persen dan Ogan Ilir 45,35 persen.

Perbedaan tersebut membuat sisa 5.572 dosis menjadi pekerjaan yang harus dikejar dalam waktu kurang dari sebulan jika target vaksinasi tahap kedua ingin benar-benar selesai pada September.

"Sampai sekarang belum ada laporan peternak yang menolak hewan ternaknya untuk divaksin," jelasnya.

3. Vaksin bukan menunggu ternak sakit

Kandang hewan kurban jelang hari raya Idul Adha di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ruzuan menegaskan, vaksinasi dilakukan sebagai langkah pencegahan, bukan menunggu hewan menunjukkan gejala PMK terlebih dahulu.

Menurutnya, hewan yang terlihat sehat tetap perlu mendapatkan vaksin karena tanpa perlindungan, ternak tersebut masih memiliki risiko terpapar maupun berperan dalam penyebaran virus.

"Untuk menghindari, untuk memutus mata rantai daripada virus itu sendiri. Walaupun dia tidak menunjukkan gejala, dia merupakan salah satu faktor yang masih mungkin," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article