Pagar Alam, IDN Times – Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, tim Bentang Merah Putih Indonesia bersama Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam akan melaksanakan kegiatan pemecahan rekor Indonesia. Kali ini dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 2.026 meter di atas puncak Gunung Dempo pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang.
17 Agustus Ratusan Pendaki Bentangkan Merah Putih di Puncak Dempo

1. Sekitar 400 relawan yang menghubungi BRIGADE
Ketua BRIGADE, Dian Saputra, mengatakan pihaknya mengajak sejumlah pendaki, pecinta alam, dan relawan untuk ikut berpartisipasi. Hingga saat ini sekitar 400 relawan mendaftar ikut bergabung.
"Berdasarkan data yang masuk ke medsos BRIGADE, sudah ada sekitar 400 relawan yang menghubungi kami untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut," ujarnya, Sabtu (8/8/2026)
2. Dari Tim Bentang Merah Putih ada sekitar 50 orang dari Jakarta
Dian menambahkan, kegiatan tersebut diperkirakan membutuhkan 500 lebih pendaki. Para relawan akan membentangkan bendera merah putih.
"Dari Tim Bentang Merah Putih ada sekitar 50 orang dari Jakarta. Kita masih butuh relawan lagi yang nantinya akan membawa bendera tersebut ke puncak Dempo. Setiap tim akan membawa sebanyak 9 kilogram bendera," jelasnya.
3. Momen ukir aksi nyata dan kebanggaan di atap Kota Pagar Alam
Menurutnya, kesempatan ini merupakan momen untuk ukir aksi nyata dan kebanggaan di atap Kota Pagar Alam. Tim Bentang Merah Putih berkolaborasi dengan Pemkot Pagar Alam dan BRIGADE mengundang seluruh pemuda, pemudi, pendaki, pecinta alam, dan masyarakat umum untuk bergabung dalam aksi pembentangan Sang Saka Merah Putih di Puncak Gunung Dempo.
"Mari satukan langkah, rapatkan barisan, dan buktikan rasa cinta tanah air kita dari ketinggian 3.159 mdpl. Siapkan fisik, persiapkan logistik, dan utamakan keselamatan. Jangan sampai melewatkan momen bersejarah ini, ayo ajak kawan, kerabat, dan tim pendakian untuk turut meramaikan," ucap Dian.
Curated For You
- Kanal dan Embung di Sumsel Mulai Kering, Potensi Karhutla Meningkat08 Agu 2026, 09:33 WIB