Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Dok. Diskominfo Palembang untuk IDN Times)
  • Pemerintah menyalurkan 1 juta ton beras subsidi seharga Rp12.500 per kilogram melalui Bulog dan pasar tradisional di Palembang untuk periode Oktober–Desember 2026.

  • Program ini ditujukan sebagai stimulan bagi warga Palembang yang terdampak kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan, dengan distribusi melibatkan Bulog Sumsel-Babel.

  • Pemerintah juga memberi bantuan pangan gratis bagi 33,2 juta keluarga desil 1–4, mendukung UMKM, serta menyiapkan program budidaya ikan dan kampung nelayan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menyalurkan 1 juta ton beras subsidi seharga Rp12.500 per kilogram melalui Perum Bulog dan pasar tradisional, serta bantuan pangan gratis bagi keluarga penerima manfaat.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Perum Bulog Kanwil Sumatra Selatan dan Bangka Belitung, masyarakat Palembang, UMKM, serta keluarga desil 1 hingga desil 4 terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Beras subsidi tersedia di Perum Bulog dan pasar tradisional jalur pemasaran Bulog di Palembang. Program bantuan pangan gratis menyasar penerima manfaat di seluruh Indonesia.
  • When?
    Penyaluran disampaikan Zulkifli Hasan di Palembang pada Rabu, 4 November 2026. Bantuan pangan berlangsung untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
  • Why?
    Program dilakukan sebagai stimulan bagi warga Kota Palembang yang terdampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus membantu kebutuhan pangan dan pelaku UMKM.
  • How?
    Pemerintah bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Sumatra Selatan dan Bangka Belitung untuk penyaluran. Bantuan gratis diberikan kepada sekitar 33,2 juta keluarga desil 1 hingga desil 4.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah menjual 1 juta ton beras murah seharga Rp12.500 per kilo di Palembang. Beras bisa dibeli di Bulog dan pasar tradisional. Pak Zulkifli Hasan bilang ini untuk membantu orang saat kemarau dan kebakaran hutan. Dari Oktober sampai Desember 2026, keluarga miskin juga dapat bantuan makanan gratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyaluran beras subsidi di Palembang memberi ruang bagi warga terdampak kemarau dan karhutla untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Oktober–Desember 2026. Program ini juga mencakup bantuan gratis bagi keluarga rentan, mendukung kebutuhan bahan baku UMKM, serta melengkapi upaya penguatan pangan melalui budidaya ikan di desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyalurkan juta ton beras subsidi dengan harga Rp12.500 per kilogram. Beras itu dapat diperoleh masyarakat di Perum Bulog dan pasar tradisional yang menjadi jalur pemasaran Bulog.

"Penyaluran bekerja sama Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung," ujar Zulkifli saat kunjungan kerja di Palembang, Rabu (4/11/2026).

1. Penyaluran beras untuk periode Oktober-Desember 2026

Kemasan baru Beras SPHP. (IDN Times/Trio Hamdani)

Diketahui, penyaluran beras itu dilakukan sebagai bentuk stimulus bagi masyarakat Kota Palembang yang terdampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober–Desember 2026," katanya.

2. Berharap bantuan beras dapat memenuhi kebutuhan pangan harian penerima manfaat

ilustrasi beras, bahan baku makanan (unsplash.com/Nathan Cima)

Zulkifli mengatakan, tak hanya menyiapkan 1 juta ton beras dengan harga subsidi, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan gratis kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4. Program ini menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

"Kami harap penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari," jelas dia.

3. Lakukan penguatan protein hingga Rp1,5 miliar

ilustrasi ternak ikan (unsplash.com/Sticker Mule)

Selain itu, kata dia, ketersediaan 1 juta ton beras subsidi juga untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para perajin kue yang membutuhkan bahan baku beras untuk menjalankan usahanya.

"Kami juga menyiapkan program penguatan ketahanan protein lewat budidaya ikan di sejumlah desa," kata Zulkifli.

Total anggaran yang dibutuhkan dalam program penguatan ketahanan protein itu sebesar Rp1,5 miliar per lokasi sesuai persyaratan yang ditetapkan. Termasuk menyiapkan pembangunan kampung nelayan di beberapa desa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article