Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Palembang Diminta Tak Segan Melapor Kasus Karhutla ke Pemkot
Pj Wako Palembang, Ratu Dewa (IDN Times/Dok. Kominfo Palembang)

Palembang, IDN Times - Kualitas udara Palembang kian memburuk akibat terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir. Bahkan saat ini Palembang masuk dalam kategori pencemaran udara tidak sehat dengan parameter kritis PM 2,5.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pun meminta warganya tegas dan berani melaporkan apabila melihat dan mengetahui pihak-pihak yang sengaja membakar lahan, sehingga mengakibatkan pencemaran udara di seluruh kawasan memburuk.

"Masyarakat dapat melapor jika ada kebakaran lahan di sekitar tempat tinggal masing masing," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa, Selasa (5/8/2023).

1. Minta DLHK dan PBK memantau kondisi lapangan

Iluatrasi Penanganan Karhutlah (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Agar pencemaran udara tak memburuk, masyarakat harus memiliki kesadaran agar tak membakar dengan sengaja. Seperti membakar sampah di lahan kosong. Selain berakibat polusi dari asap pembakaran, warga sudah dilarang membakar sesuai aturan Pemerintah Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah.

"Kami juga instruksikan DLHK serta Penanggulangan Bencana dan Kebakaran untuk selalu memantau perkembangan di lapangan," timpal dia.

2. Imbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah

ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Berdasarkan Data Stasiun Pemantau kualitas Udara (AQMS), pencemaran udara di Palembang berada pada kategori kritis. Pemkot juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker saat keluar rumah.

"Kami imbau warga mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Jika beraktivitas di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker," jelasnya.

3. Kabut asap dinilai belum mengganggu aktivitas sekolah

Ratu Dewa (IDN Times/Dok. Kominfo Palembang)

Pemkot Palembang pun belum berencana meliburkan sekolah akibat pencemaran udara yang buruk. Menurut Dewa, pihaknya masih perlu melihat perkembangan kabut asap di Palembang.

"Kabut asap belum mengganggu aktivitas para pelajar. Untuk sementara belum. Kami melihat perkembangan dan pemantauan di lapangan," kata dia.

Editorial Team

Related Article