Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Empat Lawang Protes Bawa Barang Elektronik Rusak ke Kantor PLN
(Puluhan Warga Empat Lawang Protes Bawa Elektronik Rusak ke Kantor PLN) IDN Times/istimewa
  • Puluhan warga Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang protes ke PLN dan Pemkab karena seringnya pemadaman listrik yang merugikan pengusaha UMKM dan pedagang buah serta ikan.
  • Koordinator aksi Lili Sugita menyatakan kerugian hingga Rp40 juta akibat alat elektronik rusak. Warga meminta haknya agar listrik kembali normal setelah membayar tagihan tepat waktu.
  • Manager PLN ULP Tebing Tinggi, Dedi Setiawan menjelaskan bahwa gangguan jaringan masih menginduk ke Lahat dan Lubuk Linggau. Gardu Induk Talang Gunung diperkirakan akan beroperasi pada 30 November 2024 untuk mengakhiri masalah pemadaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Empat Lawang, IDN Times - Puluhan warga didominasi emak-emak di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang mendatangi Kantor PLN ULP Tebing Tinggi dan Pemkab Empat Lawang, Senin (14/10/2024). 

Aksi protes ini buntut dari kekesalan warga akibat ketidakstabilan pasokan listrik kerap padam. Para peserta aksi terdiri dari pengusaha UMKM, pedagang buah, pedagang ikan, serta tokoh masyarakat lainnya menuntut agar aliran listrik di wilayah Empat Lawang kembali normal dan bebas dari gangguan.

Massa meluapkan kekecewaan mereka dengan membawa berbagai alat elektronik rusak seperti kulkas, televisi dan kipas angin, serta buah-buahan busuk sebagai simbol kekecewaan mereka. 

1. Warga sudah bayar listrik tepat waktu

(Puluhan Warga Empat Lawang Protes Bawa Elektronik Rusak ke Kantor PLN) IDN Times/istimewa

Koordinator Aksi (Korak) Lili Sugita mengatakan,, para peserta aksi mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik menyebabkan kerugian besar. Bahkan ia merugi hingga Rp40 juta. 

"Alat pendingin buah kami rusak dan itu harganya mahal. Saya datangkan langsung teknisi dari Jakarta untuk memperbaikinya," ujar Lili, yang juga merupakan agen buah di daerah tersebut.

Ia menegaskan, warga selama ini sudah membayar tagihan listrik tepat waktu. Maka itu sekarang mereka meminta haknya agar listrik kembali normal. 

"Dalam sehari, pemadaman bisa terjadi lima hingga enam kali. Barang-barang kami banyak yang rusak," ungkap Lili.

2. Banyak barang elektronik untuk usaha rusak

(Puluhan Warga Empat Lawang Protes Bawa Elektronik Rusak ke Kantor PLN) IDN Times/istimewa

Hal serupa diungkapkan Levi, seorang pengusaha cuci steam mobil. Menurutnya, pemadaman listrik mengganggu usahanya dan memaksa untuk menggunakan mesin genset, yang mengharuskan dirinya mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar. 

“Setiap hari pasti mati lampu, tapi biaya listrik makin mahal. Barang kami rusak mereka tidak mau tanggungjawab,” keluhnya.

3. Pihak PLN sebut gardu induk beroperasi November nanti

(Puluhan Warga Empat Lawang Protes Bawa Elektronik Rusak ke Kantor PLN) IDN Times/istimewa

Menanggapi aksi tersebut, Manager PLN ULP Tebing Tinggi, Dedi Setiawan menjelaskan, listrik sering byarpet disebabkan gangguan jaringan masih menginduk ke Lahat dan Lubuk Linggau. 

"Gardu Induk (GI) Talang Gunung diperkirakan akan beroperasi pada 30 November 2024, setelah penyelesaian pemasangan kabel dari tiga titik tapak tower di wilayah Lubuk Linggau. Setelah GI beroperasi, Tebing Tinggi akan bebas dari masalah pemadaman,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, masih bergantung pada gardu di Lahat dan Lubuk Linggau. Beroperasinya gardu baru, Empat Lawang akan memiliki aliran listrik sendiri.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang sering terjadi. Kami juga berharap masyarakat bersabar hingga perbaikan selesai dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa gangguan pemadaman listrik yang selama ini meresahkan," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article