Jalan berdebu di kawasan jalan pengangkut batu bara (Dok: istimewa)
Dewi menerangkan, tidak ada kompensasi dari perusahaan batu bara maupun pengelola jalan angkut batu bara. Pihaknya merasa mengalami banyak kerugian mulai dari kesehatan, permukiman kotor, hingga tanam tumbuh yang rusak.
Dirinya berharap perusahaan-perusahaan batu bara maupun pengelola jalan PT Musi Mitra Jaya (MMJ) dapat menyiram jalan secara rutin agar debu tidak berterbangan saat musim kemarau.
"Jika kemarau hingga beberapa bulan ke depan, bisa mengancam nyawa masyarakat. Kalau kemarau terus masyarakat bisa mati," ungkap dia.
Sekdes Telang, Sukarno, membenarkan banyak warganya yang terdampak dari aktivitas pengangkutan batu bara. Debu juga merusak tanaman masyarakat sehingga hasil perkebunan mengalami penurunan.
"Masyarakat Desa Telang yang terdampak langsung itu ada di Dusun 3 Selaro, Dusun Berau Mati, dan Dusun Pakrin. Di RT 6 Dusun Berau Mati itu yang banyak terdampak," jelas dia.