Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Video Anaknya Dijemput Petugas Medis Viral, Pria Ini Malah Dipecat

Video Anaknya Dijemput Petugas Medis Viral, Pria Ini Malah Dipecat
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)
Share Article

Palembang, IDN Times - Kisah orangtua N, bocah berusia 2 tahun asal Palembang positif COVID-19 yang sempat viral beberapa waktu lalu, berbuntut pada pemecatan orangtuanya bernama Apriansyah Saputra (37). Bengkel tempatnya bekerja mengambil langkah PHK karena khawatir menyebarkan virus corona.

Menurut Apriansyah, kondisi ekonomi keluarganya menjadi terpuruk usai video anaknya yang dibawa petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) ke rumah sakit, beredar luas di media sosial (medsos).

"Sejak video itu viral, saya sudah tidak lagi bekerja. Bahkan saya tidak terima THR, mungkin mereka takut ke saya," ujarnya kepada IDN Times, Jumat (12/6).

1. Mendapat cibiran tetangga dan jual perabotan rumah tangga untuk biayai keluarga

Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat
Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat

Apriansyah tak hanya kehilangan pekerjaan, ia mulai dijauhi rekan kerja, kerabat, serta mendapat cibiran dari tetangga sekitar rumah. Apriansyah sempat berpikir untuk menyerah dengan keadaan dijalani.

"Saya tidak punya penghasilan lagi, orang-orang juga ngomong dari belakang. Rasanya stres dan bingung. Sampai-sampai gak ada lagi uang, saya harus menjual persediaan 2 karung beras di rumah untuk bertahan hidup," ungkap dia.

Selang beberapa hari, bukan sekadar sembako lagi yang ia jual. Perabotan rumah tangga seperti panci, kuali, hingga barang elektronik, satu persatu dijual demi menyambung hidup dan menyekolahkan anak pertama yang masuk SMP.

"Sejak kabar itu viral, tidak ada yang mau dekat-dekat. Kami hanya menerima sedikit bantuan dari pemerintah, hanya 2 bungkus deterjen dan 4 bungkus mi instan," terangnya.

2. Anaknya sempat didagnosa keracunan makanan

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)

Menurut Apriansyah, anaknya sempat menjalani pemeriksaan swab pertama. Hasilnya pun menunjukkan negatif COVID-19. Tapi ia heran petugas medis datang ke rumah untuk menjemput anaknya. 

"Anak saya sudah tes swab dan hasilnya negatif. Tapi kok bisa datang petugas ke rumah dan bilang anak saya positif. Kan, itu tidak masuk akal. Anak saya sebelumnya dibawa ke rumah sakit karena didiagnosa keracunan makanan," terang dia.

Sebelum video itu viral, sambung Apriansyah, anaknya juga sempat dirawat selama lima hari di rumah sakit. Saat menjalani perawatan, tim dokter melakukan uji swab kepada N dan menunjukkan hasil negatif. N pun diperbolehkan pulang.

Namun 10 hari kemudian, Apriansyah kaget dengan kedatangan petugas mengenakan APD lengkap, datang ke rumah tinggal mereka untuk menjemput N.

"Saat itu ada RT yang lihat, banyak warga. Pas dibawa, anak saya sehat dan ceria. Saya sempat bingung kok bisa dikatakan positif. Mereka pun datang tanpa bawa surat jelas," timpalnya.

3. Sudah 32 hari anak Apriansyah belum pulang ke rumah

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)

Apriansyah mengaku asrah saat anaknya dibawa petugas medis menggunakan ambulance. Setelah kejadian itu, pihak keluarga juga telah melakukan swab di Puskesmas setempat dan hasilnya dinyatakan negatif.

"Saya sendiri sudah dua kali swab dan hasilnya negatif. Sekarang anak saya masih di rumah sakit pelabuhan sudah 32 hari tanpa menerima hasil pemeriksaan, bahkan belum dibolehkan pulang dengan waktu yang tidak pasti. Kalau saya tanya, mereka bilang nanti tunggu hasil swab-nya keluar. Pertanyaannya apakah hasil swab itu keluar sampai berbulan-bulan?" terangnya.

Selama di rumah sakit, kondisi anak Apriansyah pun dalam keadaan sehat. Keluarga berharap kejelasan dari apa yang terjadi pada N. Selain itu, Apriansyah meminta agar dampak yang terjadi pasca viralnya video bisa segera berakhir.

"Kami ingin bisa kembali ke kondisi seperti dulu lagi, tidak dikucilkan seperti ini. Saya berharap pemerintah bisa membantu kejelasan dari keadaan anak saya dan semoga kondisi kami bisa kembali seperti semula," tuturnya.

4. Rumah sakit sebut ada kesalahpahaman dengan orangtua

idntimes.com
idntimes.com

Humas Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, Hamid, menyebut kasus N bocah dua tahun itu hanya salah paham. Hamid menyebut sampai detik ayah N belum bisa diajak diskusi membahas kesehatan anaknya.

"Sejak kemarin sampai tadi siang saya menghubungi pihak keluarga, terutama ayahnya. Kami ingin menjelaskan kepada beliau karena beritanya simpang siur. Sampai saat ini beliau tidak hadir ke sini. Kami mencoba menelepon ternyata nomor mertuanya," ujar dia.

Pihak rumah sakit kata Hamid telah mengirimkan pesan singkat sebanyak tiga kali ke Apriansyah. Ketika kembali mencoba menghubungi, ternyata kontak keluarga N kata Hamid tidak aktif.

"Kami mau memberi penjelasan. Selama ini juga ibunya ada di sini, kami tidak menelantarkan pasien. Kami berusaha memberikan perawatan terbaik terhadapnya. Saat penjemputan pun bersama Dinkes Palembang. Jadi tidak ada katanya diculik, sekarang N juga sehat tanpa gejala," tandas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Deryardli Tiarhendi
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More

Tertibkan Perda Sampah, Pemkot Palembang Bakal Pasang CCTV di TPS Liar

31 Mei 2026, 16:32 WIBNews