Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tolak Ajakan Merantau, Ibu Muda di Palembang Dianiaya Suaminya
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Ibu muda di Palembang laporkan suami ke polisi karena KDRT setelah menolak ajakan suami untuk merantau.
  • SW menolak pindah karena tak memiliki uang dan anak-anak masih sekolah, memicu amarah suami hingga terjadinya pertengkaran fisik.
  • SW melaporkan suaminya ke polisi dan berharap dia ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seorang ibu muda di Palembang berinisial SW (30) melaporkan suaminya AS ke polisi. Korban tak terima mendapatkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) setelah menolak ajakan suami untuk merantau.

KDRT tersebut diceritakan SW terjadi di rumah mereka pada Minggu (12/5/2024) lalu. Saat itu, terlapor memukuli dirinya dengan tangan kosong hingga mengalami luka memar.

"Kejadian ini bermula saat dia (terlapor) mengajak merantau ke Baturaja," ungkap SW, Kamis (16/5/2024).

1. Korban diancam akan ditusuk sajam

Ilustrasi kekerasan (IDN Times/Muhammad Tarmizi Murdianto)

SW menolak ajakan suaminya dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya tak memiliki uang dan anak-anak yang masih sekolah. Penolakan itu memancing amarah pelaku hingga dirinya mengancam akan menusuk korban.

"Saat itu untung ada tetangga yang melerai," jelas dia.

2. Korban alami luka memar

Ilustrasi KDRT (IDN Times /Aditya Pratama)

Usai pertengkaran itu, keduanya lalu bermaaf-maafan. Namun pertengkar selanjutnya kembali terjadi saat korban beranjak tidur. Mereka kembali cekcok dan terlapor kembali marah hingga mengajak mereka mengakhiri hubungan pernikahan.

"Saya mengganti pakaian dan keluar dari rumah. Saat itu, dia langsung mendorong dan memukul berkali-kali hingga tubuh saya penuh luka memar," jelas dia.

3. Korban ingin buat jera sang suami

Ilustrasi (IDN Times /Aditya Pratama)

Tidak terima dengan perbuatan AS, SW pun memilih melaporkan sang suami ke polisi. Laporan SW diterima oleh petugas piket SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan ditindaklanjuti unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang.

"Saya berharap dia ditangkap polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Intinya, saya ingin memberikan efek jera kepada dia," tutup dia.

Editorial Team

Related Article