Palembang, IDN Times - Kota Palembang kembali menjadi zona merah beberapa hari lalu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Perubahan tingkat risiko tersebut, berkenaan dengan kendala pelaporan dari masyarakat mengenai kasus COVID-19.
Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sriwijaya (FKM Unsri), Najmah menyebut, Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami kesulitan melakukan contact tracing. Sehingga terjadi ketimpangan akses test COVID-19 di tingkat kabupaten.
"Selain akses tampak lambat, juga terjadi penolakan tes dari masyarakat menjadi kendala penting yang ditemui di lapangan," ujarnya, Minggu (26/7/2020).
