Siswa SMKN 1 Geram Guru Tagih Uang Remidi Renang, Berujung Chat Mesum

- Guru olahraga di SMKN 1 Lubuk Linggau terbongkar melakukan pungli dan pencabulan
- Siswa protes karena denda pungli, juga ada dugaan guru mencabuli siswi dengan pesan tidak pantas dan permintaan untuk dugem
- PGRI Kota Lubuk Linggau langsung bergerak atas demo ratusan siswa, masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian
Lubuk Linggau, IDN Times - Aksi dugaan pencabulan dilakukan guru olahraga berinisial AY di SMKN 1 Lubuk Linggau terbongkar setelah terjadi pungutan liar (pungli) sebelumnya. Ulah sang guru yang berstatus PNS ini memicu kemarahan siswa hingga melakukan aksi demo dua kali di sekolah.
Seperti dijelaskan A, siswa kelas XI mengatakan, awalnya mereka, Rabu (21/5/2025) melakukan aksi karena ada dugaan pungli terhadap para siswa. Hal ini bermula gara-gara siswa yang tidak ikut ekskul renang diminta membayar Rp25 ribu, sedangkan yang ikut berenang bayar Rp20 ribu.
1. Siswi dikirim chat mesum dan dipegang oleh terduga pelaku

Kemudian mereka juga ada remedial bagi tidak hapal senam dan diminta bayar Rp30 ribu. Beberapa siswa keberatan karena ada yang sampai harus bayar Rp55 ribu.
"Karena tidak terima denda tersebut, makanya pada Rabu kemarin kami sempat melakukan aksi. Ternyata terungkap ada juga pencabulan,” ujar A.
Diduga guru tersebut melakukan aksi cabul ke beberapa siswi dengan cara mengirim pesan yang tidak pantas serta menyentuhnya.
"Dari informasinya ada 15 siswi yang dicabuli oleh guru ini, kalau ada korban lainnya saya gak tahu. Jenis pencabulannya itu di-chat sama guru itu dan ada juga yang dipegang-pegang olehnya," jelasnya.
2. Terduga pelaku panggil siswi dan minta carikan teman dugem

Pelajar lainnya, inisial K mengatakan, beberapa kali guru tersebut meminta agar dia menghubungi temannya yang cewek untuk diajak dugem. Bahkan saat di sekolah, ia juga pernah dipanggil guru tersebut di dalam kelas dan meminta agar mencarikan tiga cewek untuk dugem.
Setelah aksi Rabu lalu, A dan K bersama korban lainnya sempat ada ide untuk aksi lanjutan dan dibuatlah grup angkatan. Sebelum aksi itu, mereka mengikuti yasinan yang digelar rutin oleh sekolah dan secara spontan mereka kembali melakukan aksi pada Jumat (23/5/2025).
3. PGRI dan Tim LKBH belum ambil langkah apapun

Ketua PGRI Kota Lubuk Linggau, Al Rasyid mengatakan, pihaknya langsung bergerak atas kejadian ratusan siswa SMKN 1 Lubuk Linggau demo oknum guru AY tersebut.
“Saya sudah di Polres Lubuk Linggau bersama Tim LKBH (Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum) untuk tahu bagaimana duduk perkara ini. Informasi yang jelas kami belum tahu. Dengan pak AY (Pelaku) belum bisa ketemu. Dengan anak-anak dirugikan belum ketemu. Kita tunggu hasilnya dulu,” ujarnya.
Al Rasyid menambahkan, saat ini PGRI Lubuk Linggau belum bisa ambil langkah apapun. Namun pihaknya akan mengiring sesuai hukum yang berlaku dan tetap mengikuti perkembangan kasus ini.
"Tugas kita (guru) mendidik dan membina. Jangan sampai terjerumus pada hal-hal yang dak diinginkan. Apalagi tugas kita sebagai pendidik itu digugu dan ditiru. Jangan sampai melakukan hal tak sesuai, karena jika itu terjadi bisa ditiru anak-anak,” ungkap Al Rasyid.
4. Polisi dan pihak sekolah sedang mendata para korban

Kepolisian saat ini masih mengusut kasus dugaan pungli dan pencabulan yang dilakukan AY. Para siswa berharap agar ada keadilan dan perlindungan terhadap korban.
Kapolsek Lubuk Linggau Utara, Kompol Denhar mengatakan, kepolisian dan pihak sekolah sedang melakukan rapat untuk mendata betapa banyak korban dari oknum guru tersebut.
"Saat ini kita tengah melakukan pendataan siapa-siapa saja korban dari guru yang di demo ini. Untuk gurunya sudah kami amankan juga. Nantinya kasus ini akan diserahkan ke pihak PPA Polres Lubuk Linggau," ungkapnya.



















