Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pria di Palembang Nyaris Tewas usai Dibacok Tetangga dengan Parang

Pria di Palembang Nyaris Tewas usai Dibacok Tetangga dengan Parang
Korban Rendi saat melapor di SPKT Polrestabes Palembang usai diserang oleh tetangga (Dok: Polrestabes Palembang)
Intinya Sih
  • Rendi (38) nyaris tewas setelah dibacok tetangganya karena membela orang tuanya yang terlibat selisih paham.
  • Kejadian terjadi di depan rumah korban, tanpa alasan jelas pelaku memarahi ayah Rendi sehingga terjadi cek-cok.
  • Korban merasa terancam dan melapor ke Polrestabes Palembang, dengan dugaan pelaku sebagai kurir narkoba yang sering memancing keributan di lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Pria bernama Rendi (38) nyaris tewas di tangan tetangganya sendiri usai mengalami luka bacok di bagian kepala dan ibu jari tangan. Kejadian penganiayaan tersebut terjadi hari ini saat korban hendak membela orang tuanya yang terlibat selisih paham dengan tetangganya berinisial YG.

"Kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, persis di depan rumah," ungkap Rendi saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Rabu (23/4/2025).

1. Terlapor sempat cekcok dengan ayah korban

Korban Rendi saat melapor di SPKT Polrestabes Palembang usai diserang oleh tetangga (Dok: Polrestabes Palembang)
Korban Rendi saat melapor di SPKT Polrestabes Palembang usai diserang oleh tetangga (Dok: Polrestabes Palembang)

Warga Jalan Perum Top Amin Mulya Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I Palembang tersebut mengaku tak mengetahui permasalahan awal yang terjadi. Pasalnya, pelaku tiba-tiba saja memarahi ayahnya Junaidi (65) tanpa sebab sehingga terjadi cek-cok mulut.

"Melihat ayah saya dimarahi, saya yang berada di dalam rumah langsung keluar melihat," jelas dia.

2. Korban merasa terancam dengan ulah tetangganya

Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)
Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)

Usai melerai cekcok tersebut, terlapor pun pulang ke rumah. Korban mengira perselisihan yang terjadi sudah selesai sehingga dirinya tak begitu memusingkan perselisihan tersebut.

"Terlapor langsung pulang, lalu tiba-tiba datang lagi membawa parang," jelas dia.

Pelaku yang marah langsung membacok bagian kepala korban beruntung dirinya berhasil selamat dan dilarikan ke RS Bari Palembang. Dengan kepala masih diperban akibat luka bacok, dirinya mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk melapor.

"Saya merasa terancam, saat itu saya mencoba melakukan pembelaan, dan akhirnya terlapor malah membacok saya pak berkali-kali," jelas dia.

3. Sebut warga resah dengan perbuatan terlapor

Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)
Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)

Menurut Rendi terlapor memang sering memancing keributan di lingkungan tempat tingganya sehingga banyak warga yang resah. Rendi pun harus menerima 8 jahitan akibat dibacok.

"Sudah sering pak ribut dengan warga. Namun masih saja berulah. Karena Terlapor ini diduga kurir narkoba," jelas dia.

4. Polisi selidiki laporan korban

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwin membenarkan adanya laporan korban terkait kasus penganiayaan.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh Anggota Satreskrim Polrestabes Palembang, untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku," jelas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Rangga Erfizal
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More