Ilustrasi TKP (IDN Times/Arief Rahmat)
Diketahui, Fajri Iskandar dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Mohamad Hoesain Palembang. Korban tak sadarkan diri usai tertembak hingga dinyatakan meninggal dunia, Kamis (5/1/2023).
"Anak saya tak kunjung sadar (koma) sejak peluru bersarang di kepalanya tembus dari mata. Rencana mau dioperasi kalau keadaan membaik. Namun kondisinya menurun dan meninggal," ungkap ayah korban Iskandar (43).
Saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya di lapangan di Perumahan Griya Tanjung Wahid, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang.
"Jadi, anak saya waktu itu main sama teman-temannya. Tak tahu bagaimana, bisa terkena peluru. Saya dikasih tahu oleh warga ketika baru pulang dari bekerja," jelas dia.
Di hari nahas tersebut, Iskandar baru saja pulang dari bekerja. Dirinya mendapat laporan dari rekan-rekan korban, tentang kondisi korban usai tertembak.
Iskandar yang cemas kondisi anaknya segera menyusul ke TKP, dan mendapati anaknya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di lapangan Voli.
"Kata dokter pecah pembuluh darah karena peluru yang tembus dari mata kanan dan bersarang di dalam otak," beber dia.