Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penembak Remaja SMP di Palembang Ditangkap, Peluru Tembus Mata
Tersangka Febriansyah alias Otong diamankan di Polsek Gandus Palembang (Dok: istimewa)

Palembang, IDN Times - Polsek Gandus Palembang menangkap pemuda bernama Febriansyah alias Otong (20) menyebabkan remaja SMP bernama Fahri Iskandar (14) di Palembang meninggal dunia tertembak peluru senapan angin. Diduga tersangka tak sengaja menembak, hingga membuat peluru menembus mata dan bersarang di kepala korban, Rabu (28/12/2022) silam.

"Tersangka sudah ditangkap tak lama setelah kejadian," ungkap Kapolsek Gandus, AKP Wanda Dira Bernard, Sabtu (7/1/2023).

1. Pelaku sering cari burung untuk dimakan

Ilustrasi penembakan (IDN Times/Arief Rahmat)

Sore nahas itu, Otong dengan senapan angin berencana berburu burung untuk dimakan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka tak sengaja menembak korban ketika itu sedang bermain bola.

"Pelaku ini memang sering mencari burung di sana untuk dimakan," jelas dia.

2. Tersangka meminjam senapan untuk berburu

ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti)

Dari tersangka, petugas menyita satu pucuk senapan angin digunakan pelaku untuk berburu burung. Selain itu, Otong pun terancam dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.

"Senapan angin itu bukan milik tersangka, namun punya temannya yang dipinjam untuk berburu," jelas dia.

3. Kronologis sore nahas di Gandus Palembang

Ilustrasi TKP (IDN Times/Arief Rahmat)

Diketahui, Fajri Iskandar dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Mohamad Hoesain Palembang. Korban tak sadarkan diri usai tertembak hingga dinyatakan meninggal dunia, Kamis (5/1/2023).

"Anak saya tak kunjung sadar (koma) sejak peluru bersarang di kepalanya tembus dari mata. Rencana mau dioperasi kalau keadaan membaik. Namun kondisinya menurun dan meninggal," ungkap ayah korban Iskandar (43).

Saat itu korban sedang bermain bersama teman-temannya di lapangan di Perumahan Griya Tanjung Wahid, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang.

"Jadi, anak saya waktu itu main sama teman-temannya. Tak tahu bagaimana, bisa terkena peluru. Saya dikasih tahu oleh warga ketika baru pulang dari bekerja," jelas dia.

Di hari nahas tersebut, Iskandar baru saja pulang dari bekerja. Dirinya mendapat laporan dari rekan-rekan korban, tentang kondisi korban usai tertembak.

Iskandar yang cemas kondisi anaknya segera menyusul ke TKP, dan mendapati anaknya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di lapangan Voli.

"Kata dokter pecah pembuluh darah karena peluru yang tembus dari mata kanan dan bersarang di dalam otak," beber dia.

Editorial Team

Related Article