Pemira Unsri Diintervensi WR III, Mahasiswa Lakukan Aksi Damai

Ogan Ilir, IDN Times - Wakil Rektor (WR) III diduga mengintervensi Pemilihan Ketua BEM Universitas Sriwijaya (Unsri). Mahasiswa pun menemui langsung Iwan Stia Budi, WR III Unsri di Gedung Graha Unsri Palembang, Sabtu (25/2/2023) sore.
Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KM Unsri, Hansen Febriansyah mengatakan, aksi itu disebut sebagai demonstrasi damai lanjutan untuk menolak pemilihan Ketua BEM yang dibuat dan diselenggarakan oleh WR III.
1. Paslon tunggal pilihan WR III paparkan program

Hansen menjelaskan, aksi damai juga bertepatan dengan pemaparan program kerja calon Ketua dan Wakil Ketua BEM versi Rektorat. Hanya ada paslon tunggal dan mahasiswa yang hadir dalam pemaparan program kerja itu, bahkan peserta hanya dibatasi 10 orang setiap fakultas.
"Kami mahasiswa Unsri menunggu di depan Gedung Graha karena tidak diperbolehkan masuk oleh pihak keamanan Unsri. Lalu pada sore hari, kami berhasil menemui WR III Unsri untuk memberikan surat penolakan Pemilihan Ketua BEM. Kami juga meminta penjelasan WR III yang telah membuat aturan Pemilihan Ketua BEM," ujarnya.
2. Sejumlah Ormawa layangkan surat pernyataan sikap

Sebelumnya, mahasiswa sudah berusaha menmui WR III namun tidak berhasil, Kamis (26/2/202). BEM KM pun melayangkan surat pernyataan sikap secara langsung kepada WR III, berisi penolakan terhadap penyelenggaraan Pemilihan Ketua BEM Unsri 2023.
"Dalam surat tersebut, mahasiswa Unsri menuntut beberapa hal seperti menolak aturan dan penyelenggaran Pemira yang dibuat oleh WR III Unsri. Lalu mengembalikan penyelenggaran Pemira kepada mahasiswa berdasarkan Konstitusi KM Unsri yang berlaku," jelasnya.
Pihaknya juga mendesak Panitia Pemira dan Panitia Pengawas Pemira mengundurkan diri demi menjaga demokrasi di KM UNSRI. Hansen menyebutkan, surat pernyataan sikap tersebut disepakati oleh beberapa organisasi mahasiswa (Ormawa).
3. Pedoman Pemira versi WR III mencederai demokrasi di Unsri

Seorang peserta aksi dan juga Gubernur Mahasiswa BEM KM FKIP Unsri, Sendi Adi Pranata, menyebutkan bahwa pedoman pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM yang dibuat oleh WR III Unsri sudah mencederai demokrasi di kampus.
"Saya nilai sebagai pengkebirian BEM di Unsri. Boikot dan tolak Pemilihan Ketua BEM versi Rektorat sebagai jawaban dari intervensi WR III Unsri," tegasnya.



















