Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sumsel Mulai Pekan ke-2 Februari 2025

- Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) akan dilaksanakan oleh pemda pada pekan kedua Februari mendatang.
- Pemeriksaan kesehatan gratis ini akan dilakukan berdasarkan tiga momentum, yaitu PKG ulang tahun, PKG sekolah, dan PKG khusus ibu hamil dan balita.
- Di Sumsel terdapat sekitar 588 klinik pratama dengan jumlah Penyuluh Kesehatan Masyarakat mencapai 350 orang dan dokter praktik sebanyak 499 orang yang akan mengcover PKG di desa dan kelurahan di Sumsel.
Palembang, IDN Times - Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) akan berlangsung pada pekan kedua Februari mendatang. Berbagai persiapan mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) hingga tenaga medis tengah disiapkan oleh pemda sambil menunggu kepastian kapan program ini akan dijalankan.
"Kita mulai setelah peresmian oleh presiden pada minggu ke-2 Februari mendatang," ungkap Kadinkes Sumsel, Trisnawarman, Jumat (31/1/2025).
1. Dari bayi, balita, hingga lansia bisa ikuti program PKG

Menurut Trisnawarman, program PKG akan dilakukan berdasarkan tiga momentum. Pertama, PKG ulang tahun yang diperuntukan untuk balita dan di atas usia 18 tahun. Dalam aturannya, PKG ulang tahun memiliki ketentuan selama satu bulan dari tanggal ulang tahun.
"PKG ulang tahun ini tersedia melalui layanan puskesmas dan klinik," jelas dia.
2. Dinkes kabupaten/kota diminta jalankan program yang ada

Lalu kedua, PKG sekolah yang dikhususkan untuk anak sekolah dengan rentang usia 6-18 tahun. PKG tersebut akan berlangsung di sekolah. Ketiga, PKG khusus diperuntukan bagi ibu hamil dan balita yang akan dijadwalkan di puskesmas dan posyandu sesuai dengan jadwal.
"Maka dengan rencana ini, kami mengharapkan kepada bupati dan wali kota utamanya dinkes dan OPD terkait untuk dapat melaksanakan program ini," jelas dia.
3. Jumlah faskes dan tenaga medis di Sumsel

Trisnawarman menjelaskan, saat ini di Sumsel ada sekitar 588 klinik pratama dengan jumlah Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) mencapai 350 orang dan dokter praktik sebanyak 499 orang. Jumlah itu, akan mengcover PKG di desa dan kelurahan di Sumsel, di mana total ada desa dan kelurahan yang mencapai 3.258 titik dengan 436 desa/kelurahan yang tidak memiliki puskesmas pembantu (Pustu) dan Poskesdes.
"Dari total 3.258 desa dan kelurahan di Sumsel, sekitar 2.822 di antaranya telah memiliki layanan Pustu atau Poskesdes. Namun, masih ada 436 wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan," jelas dia.
Tak sampai disitu, untuk menambah pemerataan layanan kesehatan, Sumsel juga memiliki 354 puskesmas dengan total tenaga kesehatan mencapai 24.404 orang. Puskesmas terbanyak di Sumsel berada di wilayah Palembang mencapai 42 titik.
"Nantinya, dana yang digelontorkan untuk program PKG ini Rp1,37 triliun yang diambil dari DAK nonfisik untuk langsung turun ke puskesmas," jelas dia.
4. Program Kesehatan Gratis jadi skrining awal

Program PKG ini nantinya akan meliputi bayi yang baru lahir, anak prasekolah, serta skrining dewasa dan lansia. Adapun pemeriksaan yang dilakukan bukanlah Medical Check Up (MCU) melainkan proses skrining awal.
“Skrining pada bayi baru lahir seperti hormon, G6PD, penyakit jantung bawaan, kelainan empedu, dan pertumbuhan seperti berat badan serta tinggi badan. Untuk anak prasekolah seperti pertumbuhan, perkembangan, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, thalasemia dan gula darah. Sedangkan dewasa dan lansia pemeriksaan untuk tekanan darah, gula darah, stroke, jantung, ginjal, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, telinga, mata, gigi, gizi, hati, jiwa dan kebugaran," jelas dia.



















