Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pasca Banjir Besar, Pemda Sumsel Diminta Tegas Soal Alih Fungsi Hutan

Pasca Banjir Besar, Pemda Sumsel Diminta Tegas Soal Alih Fungsi Hutan
Gubernur Sumsel, Herman Deru tahun 2019 (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang, IDN Times - Banjir besar yang menerjang sebagian besar wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) sepekan terakhir mengancam kerusakan alam di wilayah hulu sungai. Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel mencatat, peralihan hutan menjadi perkebunan dan sawah sebagai salah satu penyebab banjir.

"Bencana banjir yang terjadi di Sumsel akhir-akhir ini disebabkan oleh dua hal, sedimentasi sungai dan gundulnya hutan," ungkap Gubernur Sumsel, Herman Deru, Senin (13/3/2023).

1. Tambang ilegal mengkhawatirkan

(Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati Lahat Cik Ujang saat memantau banjir bandang di Lahat) IDN Times/Istimewa
(Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati Lahat Cik Ujang saat memantau banjir bandang di Lahat) IDN Times/Istimewa

Deru menjelaskan, harus ada langkah nyata demi menghentikan kerusakan hutan di wilayah hulu sungai. Pembiaran kerusakan hutan akan memperparah banjir di masa mendatang.

"Banjir ini secara alamiah terjadi akibat kerusakan alam yang dipicu aktivitas ilegal seperti tambang, pembukaan lahan serampangan, dan galian tak berizin," jelas dia.

2. Banjir bandang merenggut korban jiwa

(Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati Lahat Cik Ujang saat memantau banjir bandang di Lahat) IDN Times/Istimewa
(Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati Lahat Cik Ujang saat memantau banjir bandang di Lahat) IDN Times/Istimewa

Deru menilai, kerusakan alam sudah tahap memprihatinkan jika sampai merenggut korban jiwa. Peristiwa banjir bandang di Lahat dan Musi Rawas telah memakan korban jiwa dan kerugian materi masyarakat.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta memikirkan rencana penanganan wilayah hulu sungai untuk reklamasi dan reboisasi. Sanksi tegas harus diberikan kepada masyarakat maupun perusahaan yang lalai menjaga lingkungan.

"Banyak juga aktivitas tambang ilegal. Apalagi banyak pelaku pertambangan ilegal yang bukan berasal dari Sumsel," jelas dia.

3. Lahan seluas 700 ribu ha di Sumsel sudah kritis

ilustrasi reboisasi(pexels.com/id-id/wdnet)
ilustrasi reboisasi(pexels.com/id-id/wdnet)

Kepala Dishut Sumsel, Panji Tjahjanto, membenarkan kerusakan hutan di Bumi Sriwijaya terutama di wilayah hulu sungai. Total keseluruhan wilayah hutan di Sumsel mencapai 3,4 juta hektare (Ha), dengan total lahan rusak kritis mencapai 700 ribu Ha.

"Tutupan hutan hanya sekitar 17 persen. Itu sangat tidak ideal. Upaya penanaman kembali dan pencegahan alih fungsi hutan terus kita lakukan," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

DVI Polda Sumsel: Total 18 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS

08 Mei 2026, 20:53 WIBNews