Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasar Murah Palembang, Cara Pemkot Jaga Inflasi Jelang Nataru 2025

Pasar Murah Palembang, Cara Pemkot Jaga Inflasi Jelang Nataru 2025
Kepala Dinas Perdagangan Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Palembang gelar pasar murah hingga akhir Desember 2024 untuk menjaga inflasi jelang Natal dan Tahun Baru.
  • Program pasar murah hanya berlangsung di delapan kecamatan dengan minimal dua kali seminggu, fokus pada komoditas utama seperti beras.
  • Pemkot juga memantau harga pangan di beberapa pasar tradisional setiap hari, dengan beberapa harga komoditas stabil seperti beras medium Rp13 ribu per kg.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berupaya menjaga inflasi atau kenaikan harga sejumlah komoditas jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Satu caranya rutin menggelar pasar murah di beberapa kecamatan.

"Antisipasi pemkot untuk menekan harga dan antisipasi inflasi jelang Nataru yang memang jadi kebiasaan momen besar adanya kenaikan harga. Kita dalam waktu sebulan ke depan masih menggelar operasi pasar murah," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, Isnaini Madani, Jumat (22/11/2024).

1. Pelaksanaan pasar murah di Palembang masih lanjut hingga Desember 2024

ilustrasi permintaan barang meningkat akibat inflasi (Freepik.com/ilixe48)
ilustrasi permintaan barang meningkat akibat inflasi (Freepik.com/ilixe48)

Isnaini mengatakan, penyelenggaraan pasar murah tetap bergulir hingga akhir Desember. Namun kehadiran program itu hanya untuk sebagian kecamatan Palembang. Karena, sisa waktu 2024 sudah singkat. Sementara, program pasar murah minimal berlangsung dua kali seminggu.

"Sampai satu bulan ke Desember masih ada (pasar murah) tapi tidak diseluruh kecamatan, hanya ada di delapan lokasi kecamatan dengan titik pasar murah di area urgent seperti yang harga pangan di pasaran tinggi," jelasnya.

2. Beras di pasar murah dari distribusi Bulog untuk menekan harga

Ilustrasi pasar tradisional. IDN Times/ Riyanto.
Ilustrasi pasar tradisional. IDN Times/ Riyanto.

Menurut Isnaini, komoditas harus dijaga pergerakan harganya di pasaran paling utama adalah beras. Beras menjadi bahan pokok sebagai kebutuhan utama masyarakat. Apabila beras mengalami kenaikan harga terus menerus, akan berdampak pada kesulitan ekonomi dan kesejahteraan sosial warga sekitar.

"Beras kita distribusi dari Bulog, agar harganya juga bisa menjangkau semua kalangan," timpal dia.

3. Disdag Palembang kerahkan tim cek perkembangan harga pangan di pasar

ilustrasi permintaan barang meningkat akibat inflasi (Freepik.com/ilixe48)
ilustrasi permintaan barang meningkat akibat inflasi (Freepik.com/ilixe48)

Selain pelaksanaan pasar murah, Pemkot juga komitmen memantau harga pangan di sejumlah pasar tradisional. Beberapa lokasi pasar yang dipantau Dinas Perdagangan meliputi Pasar Sekip, Pasar 10 Ulu, Pasar Gubah, Pasar Sako, Pasar Palimo dan Pasar Soak Batu Palembang.

"Setiap hari kita turunkan tim untuk mengecek (harga komoditas)," imbuhnya.

4. Harga komoditas di sejumlah pasar tradisional Palembang masih stabil

ilustrasi berjualan kebutuhan pokok (unsplash.com/Carli Jeen)
ilustrasi berjualan kebutuhan pokok (unsplash.com/Carli Jeen)

Hasil pengecekan di Pasar 10 Ulu, Jumat (22/11/2024) dari Instagram @disdag.palembang terpantau beberapa harga komoditas stabil seperti beras medium Rp13 ribu per kg, beras premium Rp15 ribu per kg, gula pasir curah Rp17 ribu per kg dan minyak goreng Rp19 ribu per liter.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang pada Oktober 2024, komoditas yang menjadi penyumbang inflasi meliputi beras, cabai, tomat, daging ayam ras, bawang merah dan emas perhiasan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Martin Tobing
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More