Pasangan HDCU Akan Deklarasi Jelang Pendaftaran ke KPU Sumsel

- Koalisi tiga partai (Nasdem, Demokrat, PKS) membuat Bacagub Herman Deru optimis pada Pilkada Sumsel November 2024.
- Herman Deru memiliki strategi khusus dan penghitungan ilmiah untuk memenangkan Pilgub Sumsel.
- Proses politik masih cair, banyak partai belum menentukan sikap, pasangan HDCU memiliki 25 kursi melebihi syarat maju sebagai bacakada.
Palembang, IDN Times - Koalisi tiga partai yakni Nasdem, Demokrat dan PKS membuat Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Herman Deru optimis pada Pilkada Sumsel November 2024.
Dirinya masih menunggu proses deklarasi lewat penghitungan matang parpol pengusung. Seluruh Ketua Umum Parpol masih menunggu waktu yang tepat untuk deklarasi tersebut.
"Kita tunggu waktu yang tepat para ketua umum, karena tidak enak dari tiga partai yang mendukung hanya dua yang datang. Kalau bisa nanti deklarasi sebelum pendaftaran di KPU," ungkap Herman Deru, Rabu (19/6/2024).
1. Lakukan penghitungan secara ilmiah untuk mengukur kekuatan

Sang petahana mengaku sudah memiliki strategi khusus untuk memenangkan Pilgub Sumsel yang akan datang. Pihaknya menilai sudah memiliki penghitungan secara ilmiah mengenai kalkulasi kekuatan masing-masing calon dan mengukur rivalitas.
"Kita menghitung dengan single language atau ilmiah. Artinya, kalau kita lihat dari berbagai survei, ada kemungkinan Head To Head dan lebih dari dua calon yang akan maju," jelas dia.
2. Proses politik dinilai masih cair

Hanya saja, dirinya mengaku saat ini proses politik masih sangat cair. Siapapun masih bisa maju mendeklarasikan diri, mengingat belum banyak partai yang tegas menentukan sikap.
"Masih ada kemungkinan partai lain juga merapat ke HDCU," jelas dia.
3. Sudah kumpulkan 25 kursi pengusung

Menurut Deru, saat ini dengan koalisi tiga partai maka pasangan HDCU memiliki 25 kursi melebihi ambang batas syarat maju sebagai bacakada, atau sepertiga dari total 75 kursi yang ada. Saat ini masih terbuka kemungkinan partai untuk berkoalisi mengajukan calonnya.
"Kalau banyak calon (yang maju) artinya partai yang mengusung tidak banyak. Kalau calon sedikit (Head To Head) maka harus banyak-banyakan partai," tutup dia.


















