Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

OKI Tetapkan Status Karhutla Menjadi Tanggap Darurat

Kab. Ogan Komering Ilir
OKI Tetapkan Status Karhutla Menjadi Tanggap Darurat
Kondisi Karhutla di wilayah Sumsel (Dok: istimewa)
Share Article

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meningkatkan status Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Keputusan tersebut diambil Bupati OKI mengingat terjadi eskalasi karhutla hingga mengancam bencana kabut asap.

"Hasil rapat pimpinan daerah di OKI menyepakati menaikan status dan SK0-nya sudah keluar," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan (BPBD Sumsel), Ansori, Rabu (13/9/2023).

  1. 1. Pemkab bisa dana darurat untuk penanganan Karhutla

    Ilustrasi penanganan karhutla (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
    Ilustrasi penanganan karhutla (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

    Dengan status Tanggap Darurat maka konsentrasi penanganan karhutla akan difokuskan di OKI. Mulai dari pendanaan dan pengerahan personel pemadaman baik udara maupu darat.

    "Seluruh daya upaya sudah harus terkonsentrasi dan harus ada peningkatan sebelumnya, termasuk dukungan pendanaan. Pemkab bisa mengeluarkan dana Tanggap Darurat berdasarkan status itu," jelas dia.

  2. 2. OKI sebagai wilayah karhutla paling luas

    Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)
    Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)

    OKI menjadi wilayah karhutla dengan total lahan terbakar mencapai 2.625 Hektare (Ha) sepanjang Januari-Agustus 2023. Luas lahan yang terbakar tersebut terdiri 1.639 ha lahan mineral dan 985,9 ha lahan gambut.

    "Lahan gambut yang menjadi perhatian sebenarnya ada di dua tempat, yakni di OKI dan Muba. Namun Muba sudah turun hujan tiga hari terakhir, sedangkan OKI sudah 60 hari tidak hujan," ujar dia.

  3. 3. Baru OKI yang meningkatkan status

    Dok. IDN Times/Istimewa
    Dok. IDN Times/Istimewa

    Selain OKI, Ansori belum memastikan wilayah lain yang juga meningkatkan status menjadi Tanggap Darurat Karhutla.

    "Sejauh ini baru OKI saja, karena di sana masih banyak lahan gambut. Bila terbakar akan sangat sulit dipadamkan," tutup dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More