Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Suhu Sumsel Hari Ini Capai 36 Derajat Celsius, Waspada Lahan Terbakar

Kota Palembang
3 min read
Suhu Sumsel Hari Ini Capai 36 Derajat Celsius, Waspada Lahan Terbakar
Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)
  • BMKG memprakirakan suhu dataran rendah Sumsel, termasuk Palembang, mencapai 36 derajat Celsius, sedangkan wilayah dataran tinggi berkisar 18-34 derajat Celsius.

  • Hujan ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah Sumsel dari siang hingga dini hari, dengan angin timur hingga selatan berkecepatan 5-30 kilometer per jam.

  • BMKG mengingatkan permukaan tanah di sebagian besar Sumsel mudah terbakar; warga diminta mewaspadai kebakaran lahan, menjaga kesehatan saat udara memburuk, dan memantau informasi resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang memprakirakan suhu udara di Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai 36 derajat Celsius.

BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi mudah terbakar pada lapisan permukaan tanah di sebagian besar wilayah Sumsel. Berikut prakiraan cuaca Sumsel yang dirangkum IDN Times dari data BMKG, Senin (28/9/2026):

  1. 1. Suhu udara hari ini

    Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Kertapati, Palembang, saat karhutla melanda.
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Suhu udara di wilayah dataran rendah seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI diprakirakan berada pada kisaran 24-36 derajat Celsius, dengan kelembapan 45-96 persen.

    Sementara itu, wilayah dataran tinggi seperti Pagar Alam, Empat Lawang, Lubuklinggau, Lahat dan OKU Selatan memiliki suhu sekitar 18-34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50-98 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam.

  2. 2. Hujan ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah

    Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI.
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Lahat, Pagar Alam, Muara Enim, OKU Selatan, Empat Lawang, Musi Rawas Utara dan Musi Rawas.

    Memasuki malam hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat, PALI, Muara Enim, OKU, OKU Selatan dan OKU Timur. Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Musi Rawas Utara, Musi Rawas dan OKU.

  3. 3. Waspada lapisan permukaan tanah mudah terbakar

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    BMKG mengingatkan adanya potensi kemudahan terbakar pada lapisan permukaan tanah di sebagian besar wilayah Sumsel.

    Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama karena suhu udara di dataran rendah dapat mencapai 36 derajat Celsius. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

  4. 4. Masyarakat perlu jaga kesehatan saat kualitas udara memburuk.

    Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Kertapati di Palembang, mengurangi jarak pandang.
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Ancaman kekeringan dan perubahan kualitas udara berpotensi terjadi di tengah musim kemarau di Sumsel. Paparan udara dengan konsentrasi polutan tinggi dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan.

    Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, serta memperbanyak konsumsi air putih. Kondisi kualitas udara juga sebaiknya dipantau secara berkala sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

    Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat disarankan segera mengurangi paparan asap dan mencari pertolongan medis bila keluhan berlanjut.

  5. 5. Update cuaca dapat dilihat di medsos dan website BMKG

    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman
    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas, terutama bagi warga yang berada di wilayah berpotensi hujan ringan serta daerah yang mengalami penurunan jarak pandang akibat udara kabur.

    Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi @infocuacasumsel.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More