Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumsel United Sempat Puji PSPS Sebelum Kalah 1-2 di Palembang

Kota Palembang
3 min read
Sumsel United Sempat Puji PSPS Sebelum Kalah 1-2 di Palembang
Sumsel United vs PSPS Pekanbaru (Dok. Media Officer)
  • Sumsel United kalah 1-2 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, meski sempat unggul lewat gol Aidil Subhi pada menit kesembilan.

  • PSPS bangkit pada babak kedua melalui gol Antonio Gamaroni menit ke-72 dan Natanael Siringoringo menit ke-76, lalu mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

  • Pelatih PSPS Akhyar Ilyas menyoroti keputusan wasit dan dugaan ucapan kasar kepada pemainnya, serta meminta PSSI dan Komisi Wasit memberi perhatian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Sumsel United harus mengakui keunggulan PSPS Pekanbaru di laga kandang Pegadaian Championship 2026/2027 pada Sabtu (26/9/2026) sore kemarin. Laskar Juaro terpaksa berlapang dada usai kalah di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang dengan skor 1-2.

Sebelum menjalani pertandingan kandang kedua di Bumi Sriwijaya, pelatih Sumsel United M Nasuha sempat memuji permainan tim lawan. Menurutnya, dari dua laga yang telah berlangsung, Askar Bertuah memang memiliki performa optimal dan memiliki pemain potensial.

"PSPS tim yang sangat baik dan dihuni pemain yang berkualitas. Di dua laga awal, mereka mendapatkan hasil yang bagus," ujar Nasuha.

  1. 1. Sumsel United vs PSPS diwarnai sorotan perangkat pertandingan

    Para pemain Sumsel United dan PSPS Pekanbaru bertanding memperebutkan bola dalam laga sepak bola di lapangan.
    Laga Sumsel United vs PSPS Pekanbaru (Dok. Media Officer)

    Gagal meraih kemenangan perdana di hadapan publik sendiri, Sumsel United sempat unggul lebih dulu dari PSPS Pekanbaru. Namun, hasil itu tak bertahan lama. Tim lawan comeback hingga akhirnya memenangkan laga.

    Saat pertandingan berlangsung, laga itu diwarnai sorotan terhadap perangkat pertandingan. Sebab, wasit yang memimpin permainan melontarkan ucapan kasar terhadap PSPS Pekanbaru.

  2. 2. PSPS unggul di babak kedua

    Pemain Sumsel United dan PSPS Pekanbaru bertanding dalam laga sepak bola dengan seragam masing-masing di lapangan
    Sumsel United vs PSPS Pekanbaru (Dok. Media Officer)

    PSPS menunjukkan mental bangkit, meski tertinggal lebih dulu. Askar Bertuah pun mampu membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan. Walau sejak awal Sumsel United memberikan tekanan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-9 melalui Aidil Subhi, PSPS berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.

    Namun, hingga babak pertama berakhir, upaya anak asuh Akhyar Ilyas belum membuahkan hasil. Sumsel United pun memasuki ruang ganti dengan keunggulan 1-0. Memasuki babak kedua, PSPS melakukan perubahan permainan dan tampil lebih agresif. Upaya itu membuahkan hasil dan pada menit ke-72, Antonio Gamaroni berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.

    Hanya berselang empat menit, PSPS Pekanbaru berbalik unggul. Natanael Siringoringo mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76 dan mengubah kedudukan menjadi 2-1. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan, meski Sumsel United terus berusaha mengejar.

  3. 3. PSPS sesalkan sikap wasit

    Pemain Sumsel United dan PSPS Pekanbaru berduel memperebutkan bola dalam pertandingan sepak bola di lapangan hijau.
    Laga Sumsel United vs PSPS Pekanbaru (Dok. Media Officer untuk IDN Times)

    Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, menyoroti cara memimpin wasit. Dirinya menyebut ada beberapa keputusan yang dinilai keliru. Namun, hal yang paling ia sesalkan adalah dugaan ucapan kasar yang diterima pemain PSPS.

    “Saya melihat ada beberapa kali wasit salah dalam mengambil keputusan. Dan yang paling menyakitkan buat saya ketika dia (wasit) mengatakan hal-hal kotor kepada pemain saya,” katanya.

    Akhyar menyebut, dirinya sempat memprotes kejadian. Ia mengatakan tindakan itu tak seharusnya terjadi dalam sebuah pertandingan.

    Pelatih PSPS berharap, persoalan yang ada dapat menjadi perhatian PSSI, khususnya Komisi Wasit. Akhyar juga mengaku sempat mempertanyakan kejadian kepada Marjukih yang bertugas sebagai wasit cadangan. Namun, protes justru membuatnya menerima kartu kuning.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More