Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Klaim Karhutla Harian Palembang Berkurang, Tapi Asap Masih Pekat

Kota Palembang
2 min read
Pemkot Klaim Karhutla Harian Palembang Berkurang, Tapi Asap Masih Pekat
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Pemkot Palembang melaporkan titik pemadaman karhutla harian turun dari rata-rata 15-17 lokasi menjadi sekitar 5-6 area, disertai berkurangnya asap tebal.

  • Kualitas udara Palembang mulai membaik, meski belum sepenuhnya sehat karena asap juga berasal dari kabupaten dan kota lain di Sumatra Selatan.

  • Posko karhutla tetap siaga di Kertapati, Gandus, dan Borang; Sematang Borang menjadi fokus karena lahan kering, air terbatas, serta dugaan unsur kesengajaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang mengklaim titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara rata-rata harian mulai berkurang. Sebelumnya, titik kebakaran terjadi di belasan lokasi rawan. Namun, saat ini, angka pemadaman kebakaran di bawah 10 area.

"Kalau selama ini hampir 15-17 (titik lokasi karhutla) ya rata-rata. Ini saya dapat laporan sampai kemarin (Minggu). Sekarang itu turun, berkurang, paling titik kebakaran lahan hanya di 5-6 area," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Asap Palembang berasa dari kabupaten lain di Sumsel

    Asap membumbung dari kebakaran hutan dan lahan di Palembang, dengan vegetasi di area terdampak karhutla.
    Karhutla di Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

    Dia menyampaikan, seiring dengan pengurangan titik pemadaman karhutla, kondisi pekat asap Palembang perlahan membaik. Meski memang kualitas udara belum sepenuhnya sehat.

    "Artinya, khususnya di Palembang, sudah cukup berkurang (asap tebal), tetapi kondisi kita memang ada asap ini, karena timbul juga dari kabupaten/kota lain yang ada di Sumatra Selatan," jelasnya.

  2. 2. Minta damkar dan BPBD fokus pemadaman di Borang

    Petugas Kementerian Kehutanan memantau titik panas kebakaran hutan dan lahan melalui sistem SiPongi.
    Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul dinamika hotspot di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (26/9) pukul 21.15 WIB, secara nasional terdeteksi 331 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 118 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 213 titik. (Dok. Kemenhut)

    Lebih lanjut, ia mengatakan, walau titik karhutla Palembang tidak cukup luas, Pemkot saat ini tetap menyiagakan posko karhutla di kecamatan rawan kebakaran seperti Kertapati, Gandus dan Borang.

    "Saya dapat laporan sampai dengan tadi pagi untuk posko kita tetap jalan, tetapi potensi kebakaran lahan sudah sedikit berkurang," kata dia.

    Dewa mengaku, kondisi karhutla paling sering terjadi berada di Sematang Borang. Upaya penanganan yang dilakukan Pemkot Palembang yakni terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    "Benar, di wilayah Sematang Borang yang masih tinggi. Makanya saya sudah minta agar BPBD, termasuk Damkar, harus fokus ke sana," ujarnya.

  3. 3. Kekeringan lahan jadi sebab karhutla terjadi

    Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
    Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah (dok. Kementerian Kehutanan)

    Sebelumnya, Kasi Kedaruratan BPBD Palembang, Muhammad Aryansah, menyampaikan bahwa pemadaman di Sematang Borang cukup sulit. Sebab lahan di sana, dalam kondisi kering serta keterbatasan pasokan air.

    Dia juga menyebut bahwa penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan secara final oleh pihak berwenang. Tetapi berdasarkan keadaan lahan terbakar di lapangan, petugas menduga kuat adanya unsur kesengajaan karena api dinilai tidak mungkin muncul secara tiba-tiba.

    "Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat, terutama di lahan terbuka yang sangat rentan terbakar," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More