Hotspot Sumsel Turun Tajam, 4 Wilayah Masih Catat Udara Tak Sehat

Hotspot di Sumsel turun tajam dari 761 titik pada 27 September menjadi 279 titik pada 28 September pagi, berkurang 482 titik atau sekitar 63 persen.
Empat wilayah masih mencatat udara tidak sehat: Palembang dengan ISPU 172, PALI 148, Musi Rawas 117, dan Prabumulih 108; Palembang serta PALI membaik dibanding sehari sebelumnya.
Karhutla sempat meningkat menjadi 79 kejadian pada 27 September, sementara penanganan tetap difokuskan di OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Palembang.
Palembang, IDN Times - Jumlah titik panas di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali meningkat setelah sempat turun tajam. Kondisi udara di sejumlah wilayah juga masih berada dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan data terbaru, hotspot Sumsel turun dari 1.505 titik pada 27 September menjadi 279 titik pada 28 September 2026. Sementara laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) DLHP Sumsel pada Senin (28/9/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan empat wilayah masih masuk kategori tidak sehat.
Berikut kondisi terbaru ISPU dan karhutla di Sumsel pagi ini yang dirangkum IDN Times dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel.
1. Empat wilayah masih catat udara tidak sehat

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Kualitas udara di Palembang, Prabumulih, Musi Rawas dan PALI masih berada dalam kategori tidak sehat. Palembang mencatat angka ISPU tertinggi, yakni 172. Kemudian PALI 148, Musi Rawas 117 dan Prabumulih 108.
Meski masih tidak sehat, kondisi Palembang dan PALI membaik dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Pada 27 September, ISPU Palembang mencapai 264 dan PALI 234, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
2. Tiga wilayah berada dalam kategori sedang

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Sementara itu, kualitas udara di Musi Banyuasin, Muara Enim dan Lahat berada dalam kategori sedang. Musi Banyuasin mencatat angka 97, Lahat 89, dan Muara Enim 52.
Artinya, dari tujuh wilayah yang memiliki data pada Senin pagi, empat daerah masih tidak sehat dan tiga lainnya berada pada kategori sedang.
3. Hotspot turun dari 1.505 menjadi 279

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Penurunan paling mencolok terlihat pada jumlah titik panas. Pada 23 September, Sumsel mencatat 160 titik panas. Angka tersebut kemudian naik menjadi 456 pada 24 September, 614 pada 25 September dan melonjak menjadi 1.468 titik pada 26 September.
Pada 27 September, hotspot tercatat 761 titik. Sehari kemudian, jumlahnya turun tajam menjadi 279 titik per pagi ini. Dengan demikian, dalam satu hari jumlah hotspot berkurang 482 titik atau sekitar 63 persen.
4. Kejadian karhutla sempat naik, penanganan tetap di 6 wilayah

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi Berbeda dengan hotspot, jumlah kejadian karhutla yang tercatat justru sempat meningkat. Pada 22 September terdapat 85 kejadian, kemudian turun menjadi 68 pada 23 September, 53 pada 24 September dan 40 pada 25 September.
Jumlahnya kembali naik menjadi 72 kejadian pada 26 September dan 79 kejadian pada 27 September. Penanganan karhutla masih difokuskan di enam wilayah, yakni OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















