Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumber Air Mengering, Water Bombing Tak Optimal Padamkan Karhutla Sumsel

Kota Palembang
2 min read
Sumber Air Mengering, Water Bombing Tak Optimal Padamkan Karhutla Sumsel
Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)
  • Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan, dengan tim Manggala Agni memadamkan api di OKI, Muara Enim, Muba, Ogan Ilir, dan Palembang.

  • Pemadaman terkendala area luas, tanah gambut, kanal yang mengering, serta hari tanpa hujan panjang yang menipiskan cadangan air dan menjauhkan api dari sumber air.

  • Angin kencang yang berubah arah dan jarak pandang rendah menghambat operasi water bombing; kebakaran juga kembali muncul di lokasi yang pernah terbakar di Sungai Rambutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) di tengah kondisi kekeringan. Tim Manggala Agni kini dikerahkan ke sejumlah titik untuk memadamkan api, termasuk di kawasan gambut yang memiliki keterbatasan sumber air.

"Beberapa lokasi makin susah untuk didekati, kondisi air yang ada di kanal-kanal makin sedikit. Posisi kebakaran juga menjauh dari sumber air, sehingga menarik airnya makin jauh," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, kepada IDN Times, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Hari tanpa hujan di Sumsel semakin panjang

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Ferdian menjelaskan, saat ini tim masih fokus melakukan pemadaman di sejumlah lokasi. Di antaranya Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sungai Bungin dan Pedamaran di Ogan Komering Ilir (OKI). Lalu Gumai dan Gelumbang di Muara Enim, Muara Merang di Musi Banyuasin (Muba), serta Sungai Rambutan di Ogan Ilir dan Jakabaring, Palembang.

    Menurut Ferdian, pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Hampir seluruh lokasi yang ditangani memiliki area kebakaran yang luas dengan kondisi tanah gambut. Di sisi lain, ketersediaan sumber air di lapangan juga terbatas.

    "Semua punya tingkat kesulitan masing-masing. Hampir semua lokasi luas-luas, tanah gambut dan sumber air terbatas," katanya.

    Persoalan ketersediaan air semakin sulit seiring dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung. Meski hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah Sumsel, curah hujan tersebut belum cukup membantu penanganan karhutla di seluruh lokasi.

    "Hari tanpa hujan (HTH) juga panjang kan, sehingga cadangan air makin tipis," jelasnya.

  2. 2. Jarak pandang pengaruhi Waterbombing

    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman
    Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

    Tak hanya persoalan air, Ferdian menyebut kondisi angin turut menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman. Ferdian menyebut angin yang kencang dan berubah arah dapat memengaruhi penanganan api di lapangan.

    "Angin kencang dan berubah-ubah arah juga kalau siang seperti ini," ujarnya.

    Sementara itu, pemadaman melalui udara belum dapat dilakukan secara optimal di sejumlah lokasi. Jarak pandang yang rendah menjadi salah satu kendala untuk pengerahan water bombing.

    "Sedangkan WB juga tidak bisa membantu secara optimal karena di beberapa lokasi jarak pandang rendah," jelasnya.

  3. 3. Kebakaran kembali berulang di lokasi kebakaran

    Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Kertapati, Palembang, saat karhutla melanda wilayah tersebut.
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Ferdian juga mengungkapkan adanya karhutla yang kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya pernah terbakar. Salah satunya berada di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, yang ditangani tim Manggala Agni pada Senin pagi.

    "Yang Sungai Rambutan, yang tadi pagi, kebakarannya di lokasi yang pernah terbakar sebelumnya," ungkap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More