Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
OKI Bentuk Desa Tangguh Bencana Cegah Karhutla
Karhutla di wilayah OKI Tahun 2019 lalu (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) demi menyiasati potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Program Destana ini dibagi dalam beberapa klaster yang bertugas melakukan pencegahan diri kebakaran.

"Program ini diwujudkan di wilayah perusahaan atau lahan konsesi. Sehingga saat terpantau muncul titik api, dapat segera tanggap dan memadamkan api," ungkap Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, Jumat (25/6/2021).

1. Titik api akan dipadamkan dengan sistem keroyokan

Forkompinda OKI berupaya cegah karhutla tahun 2021 (IDN Times/Humas Pemkab OKI)

Listiadi menjelaskan, pihak perusahaan bersama pemerintah daerah akan melakukan sistem keroyokan untuk mencegah karhutla. Setiap perusahaan diwajibkan melakukan pemadaman dini saat terjadi kebakaran.

"Perusahaan diwajibkan untuk menetapkan desa binaannya, sehingga saat ada kebakaran dapat segera memadamkan titik terdekat. Sejauh ini ada 13 Destana yang dapat menjadi objek binaan," ujar dia.

2. Perlu perbaikan tata kelola pencegahan karhutla

Water Bombing di wilayah OI (IDN Times/Istimewa)

Pemerintah OKI pada tahun ini mendapat dukungan penuh dari Unitet Nations Environment Program, atau lembaga PBB yang bergerak di perbaikan tata kelola lingkungan. Program ini berupaya mencegah kebakaran di wilayah konsesi dan menghentikan karhutla.

"Diharapkan untuk mencapai target konsesi bebas dari api dan asap, harus diterapkan sistem pencegahan kebakaran hutan secara terintegrasi. Perusahaan menjadi klaster leader berkolaborasi mencegah karhutla," ungkap perwakilan Project Manager SIAP-Kemitraan, Fajar Tripradana.

3. Pendekatan klaster diharap jadi cara pencegahan karhutla

ANTARA FOTO/Satgas Karhutla

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, Antonius Leonardo berharap, kolaborasi yang akan digalakkan tahun ini dapat mencegah karhutla.

Pihaknya memprioritaskan kegiatan pencegahan dengan penguatan kapasitas manajemen klaster, sebagai upaya kolaborasi dari berbagai pihak yang ada di OKI.

"Konsolidasi ini dapat memperkuat kapasitas lintas sektor untuk lebih berfokus pada pencegahan daripada penanggulangan terjadi karhutla melalui pendekatan klaster", tutup Anton.

Curated For You

Editorial Team

Related Article