Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KPU Sumsel Geser Logistik ke TPS, Pastikan Tak Ada Penundaan
Penyaluran logistik dari kelurahan ke TPS (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • KPU Sumsel mulai mendistribusikan logistik pemilu dari kecamatan ke kelurahan dan desa
  • Target penyaluran logistik ke TPS diharapkan selesai malam ini tanpa kendala
  • 25.985 TPS di Sumsel siap untuk pencoblosan, dengan mitigasi di wilayah rawan bencana dilakukan oleh KPU
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Penyaluran logistik Pemilu telah dilakukan sejak pagi oleh KPU di kabupaten dan kota se-Sumsel. Logistik yang sebelumnya disimpan di gudang KPU Sumsel, mulai bergerak ke kantor kecamatan lalu dibawa ke kelurahan untuk diangkut ke TPS masing-masing.

"Logistik sudah mulai geser dari kecamatan menuju kelurahan hingga desa," ungkap Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, Selasa (13/2/2024).

1. Logistik sudah berada di TPS malam

Penyaluran logistik dari kelurahan ke TPS (IDN Times/Rangga Erfizal)

Andika menyebut penyaluran logistik akan mulai bergerak ke TPS pada sore hari dari wilayah kelurahan. Dirinya berharap penyaluran tidak akan terkendala di lapangan.

"Mulai sore akan didistribusikan menuju TPS. Target kita malam nanti semua logistik sudah berada di semua TPS," jelas dia.

2. TPS sudah berdiri H-1 pencoblosan

Penyaluran logistik dari kelurahan ke TPS (IDN Times/Rangga Erfizal)

Saat ini ada 25.985 TPS tersebar di 3.249 kelurahan atau desa pada 241 kecamatan di 17 kabupaten maupun kota se-Sumsel. Andika memastikan H-1 pencoblosan seluruh TPS sudah berdiri untuk melaksanakan pemilu, sehingga tidak ada daerah yang mengalami penundaan pemilu.

"Tidak ada penundaan pemilu, kita pastikan semua jalan. TPS dibuka pukul 07.00 dan selesai pukul 13.00 WIB. Lewat dari waktu tersebut, masyarakat tak bisa lagi memberikan suaranya," jelas dia.

3. KPU Sumsel klaim sudah lakukan mitigasi di wilayah rawan

Penyaluran logistik dari kelurahan ke TPS (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dirinya menambahkan, pihaknya telah melakukan mitigasi di wilayah TPS rawan bencana berkoordinasi dengan BMKG. Pihaknya pun memindahkan lokasi TPS yang rawan banjir ke wilayah yang cukup tinggi.

"Tim di lapangan yang lebih tahu lokasi TPS yang aman," jelas dia.

Ada beberapa TPS yang berpotensi terhambat, seperti TPS di daerah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muara Enim, Empat Lawang, Lahat, dan Kota Pagaralam, karena potensi bencana banjir, tanah longsor, potensi air sungai pasang seperti yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir dan OKI.

"Kami tidak hitung ada berapa, tapi telah kami lakukan mitgasi semua. Kami meminta warga dan tim KPPS di sana yang mengetahui struktur daerah untuk memitigasi. Jika seketika ada banjir, TPS itu tidak kebanjiran," tutup dia.

Editorial Team

Related Article