Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kejar Target Vaksinasi, Disdukcapil Bantu Jemput Bola Bagi Siswa

Kota Palembang
Kejar Target Vaksinasi, Disdukcapil Bantu Jemput Bola Bagi Siswa
ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis).
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masih gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19, salah satunya menarget pelajar hingga 100 persen. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) juga mendorong realisasi vaksinasi dengan menjemput bola di lokasi vaksin.

"Kami mendukung program pemerintah melakukan percepatan vaksinasi massal dengan selalu mendampingi pelaksanaan vaksin. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan Disdukcapil soal permasalahan NIK ataupun konsolidasi manual, kami segera tindaklanjuti," ujar Kepala UPT Disdukcapil Mal Pelayanan Publik Jakabaring, Lutia Nazla, Selasa (9/11/2021).

  1. 1. Petugas Disdukcapil bantu persiapan belajar tatap muka 100 persen

    ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis).
    ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Herka Yanis).

    Selain menggalakkan percepatan realisasi vaksinasi COVID-19, pendampingan vaksinasi untuk pelajar bertujuan agar pembelajaran tatap muka (PTM) menuju 100 persen siap dilaksanakan.

    "Kita standby di lokasi vaksinasi untuk membantu masyarakat yang terkendala," kata dia.

  2. 2. Bantuan Disdukcapil Palembang dilakukan sejak pekan ini

    default-image.png
    Default Image IDN

    Program pendampingan tersebut sudah dilaksanakan Disdukcapil sejak Senin (8/11/2021) kemarin. Lokasi perdana yang mereka pilih sebagai pelaksanaan vaksin massal pelajar berada di SMP Negeri 31 Palembang.

    "Kita jemput bola bersama petugas. Masyarakat yang kesulitan saat membutuhkan bantuan Adminduk, kita langsung mendampingi. Tujuannya mempercepat upaya pemerintah untuk mempercepat target vaksinasi Palembang," jelasnya.

  3. 3. Petugas lakukan pendampingan setiap hari

    default-image.png
    Default Image IDN

    Lutia mengakui, NIK yang belum diperbarui sering menjadi pemicu data tidak muncul di aplikasi PeduliLindungi atau PCare. Timbul perbedaan data seperti kesalahan soal alamat rumah, identitas warga, dan lainnya.

    "Kami kerahkan petugas setiap hari untuk lakukan pendampingan. Jika ada yang mengalami kendala di NIK, dapat langsung diverifikasi di tempat. Selain itu untuk pelajar ini kita bantu membuat KTP bagi pemula," tandas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More