Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Pelecehan Terbongkar, Wakil Ketua BEM Unsri Dipecat Tak Hormat

Kasus Pelecehan Terbongkar, Wakil Ketua BEM Unsri Dipecat Tak Hormat
(IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • MFA dicopot dari jabatan Wakil Ketua BEM Unsri setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi.
  • BEM Unsri mengonfirmasi pemecatan MFA berdasarkan laporan kekerasan seksual secara verbal dan video call, serta membuka layanan pengaduan untuk para korban.
  • Ketua BEM Unsri, Juan Aqshal, membuka tempat aduan bagi para korban yang belum berani bersuara melalui DM Instagram pribadinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Ogan Ilir, IDN Times - Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial MFA viral karena diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswa. Kasus ini terbongkar setelah korban curhat di media sosial atas tindakan pelecehan yang dialaminya dan beberapa mahasiswi yang lain.

Imbasnya, MFA pun dicopot dari jabatannya sebagai salah satu petinggi organisasi mahasiswa terbesar di kampus tersebut. Dalam unggahan di media sosial, MFA juga menyampaikan permohonan maaf lewat grup WhatsApp BEM Unsri.

1. MFA pamit dari grup WhatsApp dan meminta maaf

(Kampus Universitas Sriwijaya) IDN Times/Dok. Unsri
(Kampus Universitas Sriwijaya) IDN Times/Dok. Unsri

Kali ini beredar tangkapan layar berisi permintaan maaf mahasiswa yang berinisial MFA tersebut. Berikut isi pesannya yang tersebar di grup WhatsApp BEM Unsri.

"Assalamualaikum. Selamat Pagi. Izin telah berhasil buat aku percaya dengan Independensi BEM UNSRI.

Aku ucapkan makasih untuk kawan-kawan yang sudah mau berjuang bersama untuk BEM UNSRI per hari ini.

Izin meninggalkan grup ini. Maaf atas kebobrokan diri ini sampe harus terindikasi melakukan hal yang telah beredar.

Tolong kasih yang terbaik untuk BEM UNSRI, tolong kali ini!

Terima kasih BPI, BPH, staf ahli, staf muda, dan staf magang BEM UNSRI atas waktunya".

2. Surat pemecatan dikeluarkan pada Sabtu lalu

https://pin.it/6lf7JBvUQ
https://pin.it/6lf7JBvUQ

Menyikapi kasus ini, BEM Unsri telah mengambil langkah tegas terhadap MFA yang merupakan Wakil Ketua BEM Unsri 2024, diduga telah melakukan pelecehan verbal terhadap mahasiswi. 

Kepala Departemen Eksternal BEM Unsri, Malik mengonfirmasi surat pemecatan dikeluarkan pada Sabtu (26/10/2024) pukul 01.00 WIB setelah viral kasus pelecehan seksual pada Jumat (25/10/2024) malam pukul 21.00 WIB.

"Kami dari BEM UNSRI menolak keras segala bentuk kekerasan seksual, dan oleh karena itu, kami memutuskan untuk memecat yang bersangkutan dari posisi Wakil Ketua BEM," ujar Malik. 

Ia menjelaskan pemecatan ini didasari oleh laporan yang diterima BEM terkait adanya kekerasan seksual secara verbal melalui media pesan dan panggilan video. 

"Saat ini juga Departemen Advokasi Mahasiswa BEM UNSRI juga sedang mendalami laporan dari korban yang mengaku mengalami kekerasan seksual tersebut," jelasnya.

3. BEM benarkan yang bersangkutan lakukan pelecehan

Ilustrasi kampanye melawan kekerasan seksual. (Rakyatpriangan.com)
Ilustrasi kampanye melawan kekerasan seksual. (Rakyatpriangan.com)

Ketua BEM Unsri, Juan Aqshal mengonfirmasi MFA telah diberhentikan dari jabatannya. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Sriwijaya Nomor: 0018/UN9/SK.BAK.OM/2024 tentang Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya Tahun 2024. 

Sebagai wujud dan upaya BEM UNSRI 2024 menciptakan suasana profesionalisme dan menegakkan aturan di ruang lingkup kepengurusan, Satuan Pengawas Internal BEM UNSRI 2024 resmi mengeluarkan Surat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat tertuju kepada MFA.

"Surat ini dibuat berdasarkan hasil rapat keputusan Badan Pengurus Inti BEM Unsri 2024 yang dilaksanakan oleh Satuan Pengawas Internal," jelas Juan Aqshal melalui keterangan tertulis.

4. Ketua BEM imbau korban untuk berani bersuara

https://pin.it/1DerdOCth
https://pin.it/1DerdOCth

Sebagai Ketua BEM Unsri, Juan Aqshal membuka seluas-luasnya tempat pengaduan bagi para korban.

"Saya akan menjadi garda terdepan dan menjamin keamanan, kenyamanan dan perlindungan terhadap para korban untuk menemukan keadilan," kata Juan Aqshal.

Dia meminta setiap korban harus berani berbicara sehingga mendapatkan keadilan. "Bagi para korban yang belum berani bersuara, saya membuka tempat aduan baik melalui DM (Instagram) saya pribadi," ucapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yuliani
Martin Tobing
Yuliani
EditorYuliani

Latest News Sumatera Selatan

See More