Infrastruktur Jalan Jelek, Alasan Ibu Bersalin Meninggal di Muratara

Musi Rawas Utara, IDN Times - Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel) mengumumkan hasil investigasi terkait pasien ibu hamil yang meninggal di Musi Rawas Utara (Muratara).
Infrastruktur jalan yang jelek diklaim membuat korban ibu dan bayi di dalam kandungan meninggal dunia. Proses rujuk dari Puskesmas Pauh menuju RS AR Bunda Lubuk Linggau menjadi tersendat karena jalan rusak.
"Mobil ambulans yang mau membawa korban sempat tergelincir karena jalan rusak," ungkap Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, Rabu (14/6/2023).
1. Proses rujuk korban memakan waktu

Dirinya menjelaskan, pasien harus menunggu selama enam jam untuk proses rujuk ke RS yang berbeda kota. Ambulans yang biasa mengantar pasien tak bisa digunakan karena kondisi jalan yang rusak. Pihak Puskesmas Pauh bahkan harus mendatangkan mobil ambulans double gardan dari Puskemas Karang Jaya.
"Setengah jam perjalanan, pasien pun sampai ke RS AR Bunda. Namun sampai di sana langsung ditangani dan pasien sudah meninggal," jelas dia.
Pihaknya pun segera menindaklanjuti hasil investigasi itu dengan mengirim surat ke Pemkab Muratara, untuk membeberkan permasalahan infrastruktur tersebut.
"Untuk memperbaiki jalan yang ada di sana terutama jalan menuju fasilitas kesehatan yang wilayahnya susah dijangkau," ungkap dia.
2. Dinkes Muratara diminta memberi pelatihan nakes

Trisnawarman juga mencatat sejauh ini fasilitas kesehatan di Puskesmas Pauh terbilang lengkap, termasuk akreditasi Puskesmas. Pihaknya mengakui sejauh ini yang menjadi persoalan adalah permasalahan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).
"Sarana prasarana sudah memenuhi standar sebesar 60 persen. Akan tetapi untuk SDM di Puskesmas tersebut kekurangan tenaga pelayanan," beber dia.
Pihaknya meminta Dinkes Muratara membina kembali nakes yang ada di sana, terutama nakes di Puskesmas Pauh. Pembinaan itu dilakukan bersifat pelatihan soal kebidanan atau penunjang lainnya.
"Pelatihan-pelatihan menyangkut kesehatan semua, sehingga kompetensi SDM ditingkatkan untuk penanganan. Kita juga harap tidak terjadi kembali kejadian tersebut," beber dia.
3. Keluarga dan Puskesmas sudah berdamai

Trisnawarman pun mengatakan, kasus ini sudah berakhir damai antara pihak keluarga dengan Puskesmas. Dirinya berharap kasus serupa tidak lagi terjadi.
"Sudah damai. Sudah ada juga surat terkait perdamaian kedua belah pihak. Keluarga pasien, tokoh masyarakat, Dinkes, dan Puskesmas Pauh," tutup dia.





![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)













