Hasil Uji Swab, 25 Orang Klaster Pasar Kebon Semai Positif COVID-19
Palembang, IDN Times - Juru Bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Yudhi Setiawan, menyebutkan ada 25 orang pedagang dan warga di kawasan Pasar Kebon Semai positif COVID-19.
"Semua dari hasil swab yang dilakukan serentak test kedua. Pemeriksaan juga hasil tindak lanjut Rapid tes yang reaktif sejak tahap pertama," ujarnya, Kamis (11/6).
1. Uji swab pada 30 sampel
Yudhi mengatakan, 25 orang yang positif itu berasal dari 30 sampel atau spesimen swab. Sedangkan lima sampel sisanya dinyatakan negatif COVID-19. Namun masih terdapat sembilan sampel lain yang reaktif rapid dan belum diketahui hasilnya lanjutannya.
"Dari total 39 sampel, 30 swab dan sembilan rapid . Tapi hasil swab 30 spesimen yang keluar hanya lima yang negatif," kata dia.
2. Total 20 orang pedagang positif COVID-19

Meski pemeriksaan test juga turut diikuti masyarakat sekitar, jelas Yudhi, hasil uji laboratorium menunjukkan kasus positif didominasi oleh pedagang Pasar Kebon Semai Sekip Palembang.
"Ada 20 orang pedagang, jadi betul memang sebagian besar mereka yang biasa berjualan. Kondisi yang positif ini dalam keadaan baik dan tanpa gejala, info langsung dari kepala Puskesmas Sekip, semuanya sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," jelas dia.
3. Tracing COVID-19 prioritaskan penelusuran orang pertama

Dengan kepastian positif COVID-19 itu, tim berupaya melakukan tracing masif terutama dalam klaster pasar dan warga sekitar.
"Tentu kita cari pertama kali adalah orang yang kontak dengan pasien positif sebelumnya. Dari situ tracing akan terus berlanjut ke yang lain," terang dia.
4. Dinkes sebut klaster pasar masih bisa terkendali
Kendati pasar Kebon Semai Sekip Palembang menjadi sumber penyebaran baru, namun Dinkes Palembang mengatakan klaster pasar masih dalam kategori terkendali. Sebab riwayat penyebarannya masih jelas dan mudah dilacak.
"Sejauh ini pasar di Palembang masih terkendali. Dalam artian mereka yang positif memang ada riwayat kontak dengan pasien sebelumnya. Kita pantau lagi ke pasar-pasar lain walaupun tidak ada riwayat kontak," ujar dia.



















