H-10 Pencoblosan, Survei: Kedua Paslon Muba Selisih Jauh

- Lucianty-Syaparuddin unggul elektabilitas di Pilkada Muba 2024
- Pasangan ini mendapat popularitas tinggi dan diungguli Toha-Rohman dalam survei terbuka, tertutup, dan simulasi kertas suara
- Keunggulan pasangan ini didukung oleh performa dalam debat calon dan faktor utama seperti perhatian terhadap rakyat dan bukti nyata kerja
Musi Banyuasin, IDN Times - Hasil survei terbaru Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) menyebutkan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) nomor urut 1, Lucianty-Syaparuddin mengungguli pesaing mereka nomor urut 2, Toha-Rohman dengan selisih elektabilitas yang cukup jauh.
Artinya, dengan waktu tersisa hanya sepuluh hari menuju hari pencoblosan, pasangan ini berpeluang besar memenangkan Pilkada Muba 2024.
1. Faktor figur calon bupati masih dominan

Hasil survei tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif LKPI, Ariyanto Sabtu (16/11/2024). Ia menyebutkan jika faktor figur calon bupati masih dominan karena mayoritas terjadi di berbagai daerah yang ada, sedangkan wakilnya tidak terlalu signifikan.
"Paslon Lucianty-Syaparuddin memiliki keunggulan elektoral yang signifikan. Pada survei terbuka (top of mind), tanpa menyebut nama calon, nama Lucianty disebut spontan oleh 56,3 persen responden, jauh mengungguli Toha dengan 28,5 persen. Sementara 15,2 persen responden belum menentukan pilihan," ujarnya.
2. Secara statistik telah melampaui ambang batas 50 persen

Sedangkan pada survei tertutup, elektabilitas Lucianty mencapai 57,6 persen, diikuti Toha dengan 33,2 persen. Sementara pada simulasi menggunakan kertas suara, pasangan Lucianty-Syaparuddin meraih elektabilitas 59 persen, unggul jauh dibandingkan Toha-Rohman yang hanya mendapatkan 32,4 persen. Sisanya, 8,6 persen responden belum menentukan pilihan.
"Secara statistik, pasangan Lucianty-Syaparuddin telah melampaui ambang batas 50 persen yang dibutuhkan untuk memenangkan Pilkada. Dengan sisa waktu hingga 27 November, peluang pasangan ini untuk menang sangat besar," ungkap Arianto.
3. Tingkat popularitas dan akseptabilitas juga lebih unggul

Ditambahkannya, Lucianty-Syaparuddin tidak terlepas dari beberapa faktor utama yang menjadi alasan pemilih. Survei menunjukkan bahwa 59,6 persen responden menganggap pasangan ini perhatian terhadap rakyat, sementara 90,5 persen melihat bukti nyata kerja mereka.
"Selain itu, 88 persen responden menilai mereka berpengalaman di pemerintahan, dan 50,8 persen percaya pasangan ini mampu membawa perubahan yang lebih baik.
Selain itu, tingkat popularitas sebanyak 95 persen dan akseptabilitas 88 persen Lucianty-Syaparuddin jauh lebih tinggi dibandingkan pesaing mereka, Toha-Rohman, yang hanya memiliki popularitas 89 persen dan akseptabilitas 84 persen.
"Kombinasi popularitas dan akseptabilitas yang tinggi merupakan modal utama pasangan ini untuk mendongkrak elektabilitas. Faktor ini tidak datang secara tiba-tiba, tetapi hasil dari kerja sosial yang konsisten di masyarakat jauh sebelum Pilkada dimulai," jelasnya.
4. Survei LKPI libatkan 410 responden dan 41 desa di Muba

Arianto menambahkan, apresiasi masyarakat terhadap performa Lucianty-Syaparuddin dalam debat pasangan calon turut memperkuat posisi mereka.
"Jika tidak ada tsunami politik atau peristiwa luar biasa, Lucianty-Syaparuddin sangat berpotensi menang," tutupnya.
Sementara itu, survei LKPI dilakukan pada 7-14 November 2024, dengan melibatkan 410 responden dari 41 desa/kelurahan di Muba. Sampel diambil secara proporsional menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

















