Buruh di Sumsel Merinding, Pernyataan Wamenaker Soal Ancaman PHK

Palembang, IDN Times - Pernyataan Wamenaker RI Emmanuel Ebenezer terkait ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tahun 2025, membuat buruh di Sumsel merinding mendengarnya. Pasalnya, Emanuel menyebut badai tersebut akan menyebabkan sekitar 80 ribu pekerja di PHK.
"Kami sudah dengar statement Wamenaker. Kami menyesalkan statement itu karena sangat meresahkan teman-teman buruh," ungkap Humas Konfederasi Kongres Buruh Indonesia (KASBI) Sumsel, Cerah Buana kepada IDN Times, Senin (30/12/2024).
1. Buruh masih fokus penentuan upah sektoral

Cerah menjelaskan, pernyataan Wamenaker RI itu akan mempengaruhi perjuangan buruh di Sumsel. Terlebih, mereka saat ini masih mengupayakan peningkatan kesejahteraan agar upah naik.
"Apalagi sekarang khusus nya di Sumsel kami dari serikat sedang berjuang terkait realisasi upah sektoral," jelas dia.
2. Pastikan belum ada laporan PHK

Cerah juga menyebutkan, bahwa pihaknya terus memantau kondisi ketenagakerjaan di Sumsel. Meski sudah ada pernyataan dari pemerintah soal ancaman PHK massal, pihaknya berharap hal tersebut tak berdampak ke Sumsel.
"Sampai dengan saat ini kami belum menerima (laporan), baik dari anggota maupun perusahaan terkait isu PHK," jelas dia.
3. Kadisnaker pastikan belum ada PHK

Senada, Kadisnakertrans Sumsel Deliar Marzoeki mengatakan saat ini belum ada laporan mengenai PHK yang terjadi di Sumsel. Saat ini pihaknya masih menunggu pengesahan terkait kenaikan upah sektoral dibeberapa wilayah di Sumsel.
"Belum, belum ada (PHK)," jelas dia.



















