Ompreng MBG Terkandung Minyak Babi? BGN di Palembang Ungkap Fakta

- Badan Gizi Nasional (BGN) di Palembang mengungkap fakta soal isu ompreng MBG mengandung minyak babi dari Tiongkok.
- Daerah dan pusat aktif berkoordinasi untuk mengawasi persoalan tersebut, termasuk pengecekan struktural dan pengawasan di daerah.
- Dapur MBG sudah tersedia 256 lokasi titik dapur dari sejumlah kabupaten/kota di Sumsel, dengan data penerima siswa yang berhak sudah terdata.
Palembang, IDN Times - Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Palembang melalui Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) Nurya Hartika, mengungkapkan fakta, soal isu yang beredar di masyarakat, mengenai ompreng atau wadah makan Makanan Bergizi Gratis (MBG) mengandung minyak babi karena dikirim dari Tiongkok.
"Sebenarnya soal wadah makanan, ompreng pengiriman dari China ini belum ada statement resmi dari BGN ya. Apakah benar mengandung (minyak babi) kita juga masih mencari informasi," katanya, Jumat (29/8/2025).
1. Pengawasan MBG di Sumsel dilakukan struktural

Dia mengatakan, daerah dan pusat pun aktif berkoordinasi mengungkapkan dan mengawasi persoalan tersebut. Namun memang, untuk pengecekan dilakukan struktural. Apalagi untuk pengawasan di daerah, tanggung jawab kembali ke masing-masing wilayah.
Tetapi katanya, khusus untuk pemantauan di Sumbagsel terutama Palembang butuh waktu. Karena lanjut dia, dirinya pun baru saja dilantik bertanggung jawab mengurus pengawasan MBG di Sumbagsel, mencakup Jambi, Sumsel dan Bangka Belitung (Babel).
"Saya juga baru saja dilantik (jabatan SPPG) Kamis miggu kemarin (21/8/2025)," jelas dia.
2. Ompreng MBG di Sumsel diproduksi lokal

Kemudian menyoal apakah benar, ompreng yang dijadikan wadah makanan menu MBG diproduksi dari Cina dan disalurkan ke Tanah Air, dirinya menyampaikan, bahwa informasi tersebut harus dilakukan pemeriksaan dan penelusuran detil. Sebab di Palembang, ompreng tersebut jadi tanggung jawab dapur setiap titik, serta ketersediaan wadah makanan tergantung dari mitra (dapur MBG).
"Kalau untuk kepastian apakah produksi Cina, belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Tapi di Sumsel ada juga produksi lokal, dan penyediaan (ompreng) langsung ke mitra," kata Nurya.
3. Sebut sudah ada 256 dapur MBG di Sumsel

Selanjutnya, sebagai penanggung jawab seluruh dapur MBG di Sumbagsel, dia bersama pihak terkait mengupayakan untuk melakukan evaluasi rutin agar tidak ada kesalahan dan kekurangan penyaluran MBG saat dikirim ke tiap sekolah.
Berdasarkan data BGN, khusus di seluruh Sumsel, dapur MBG sudah tersedia 256 lokasi titik dapur dari sejumlah kabupaten/kota. Lalu, untuk data penerima MBG, siswa yang berhak sudah terdata di dinas pendidikan per daerah sesuai data dapodik atau data pokok pendidikan.
"Ke depan, untuk mitra dapur yang siap operasi, tentu ada kepala SPPG yang bertanggung jawab (per kecamatan/kelurahan), jika siap langsung MOU (tanda tangan ketersediaan dapur MBG) nah, baru akan berjalan operasional dan mengikuti alur umum sesuai aturan pemerintah untuk bisa selanjutnya dimanfaatkan," jelas dia.
4. Struktural BGN di daerah dalam proses pembenahan sesuai SOTK

Nurya juga menegaskan, saat ini penanggung jawab MBG menyeluruh dan pengawasn perwakilan BGN dalam proses pembenahan dan evaluasi. Butuh waktu bertahap, untuk menyempurnakan semua skema sesuai alur.
"Nanti akan sesuai Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di bawah kantor pelayanan pemenuhan gizi. Sekarang di Palembang juga belum ada kantor," katanya.