Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Balai Karantina Sumsel Catat Peningkatan Masuk-Keluar Hewan Kurban

Balai Karantina Sumsel Catat Peningkatan Masuk-Keluar Hewan Kurban
Pexels.com/ Pixaby
Intinya Sih
  • BBKHIT Sumsel catat peningkatan volume hewan kurban jelang Idul Adha, terutama sapi dan kambing.
  • Data IQFast: 5.699 hewan diperiksa, semua dalam keadaan sehat, pemeriksaan kendaraan dilakukan untuk memastikan biosecurity.
  • Tren kenaikan volume lalu lintas hewan meningkat sejak Maret 2024, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatra Selatan (BBKHIT Sumsel) mencatat peningkatan volume lalu lintas hewan kurban jelang Idul Adha. Beberapa hewan yang terpantau mengalami pergerakan didominasi sapi dan kambing.

Berdasarkan data Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFast) tercatat sejak 17 Mei-3 Juni 2024, ada peningkatan volume hewan kurban. Total ada 5.699 hewan yang diperiksa, dengan rincian sebanyak 4.013 ekor sapi dan 1.686 ekor kambing.

"Semua hewan dalam keadaan sehat. Untuk memastikan biosecurity, pihak Balai Karantina juga membersihkan kendaraan yang membawa hewan kurban," ungkap Kepala BBKHIT Sumsel, Kostan Manalu, Senin (10/6/2024).

1. Pelaku usaha hewan ternak penuhi syarat pengiriman

ilustrasi berkurban (pixabay.com/Mufid Majnun)
ilustrasi berkurban (pixabay.com/Mufid Majnun)

Kostan mengatakan, tren kenaikan volume lalu lintas hewan telah meningkat sejak Maret 2024 lalu. Pada saat itu, pihaknya telah memeriksa 1.769 ekor hewan yang terdiri dari 1.419 ekor sapi dan 350 ekor kambing.

Angka ini meningkat sebesar 90,72 persen pada April 2024 dengan total 3.374 ekor. Selanjutnya di Mei 2024 menjadi 6.655 ekor atau meningkat sekitar 97,24 persen.

"Hewan kurban yang masuk sudah memenuhi syarat. Kami berterima kasih kepada pelaku usaha yang berhati-hati melaporkan hewan kurban sebelum diangkut ke pulau lain," jelas dia.

2. Kebanyakan hewan ternak dibawa ke Babel

ilustrasi sapi kurban (freepik.com/Wirestock)
ilustrasi sapi kurban (freepik.com/Wirestock)

Hewan kurban tersebut kebanyakan dibawa ke Bangka Belitung (Babel). Adapun pemeriksaan fisik, kelengkapan dokumen, dan eartag pada hewan, menjadi salah satu syarat yang diwajibkan.

"Hewan-hewan yang dikirim dipastikan sehat dan memiliki sertifikat kesehatan," jelas dia.

3. Pemeriksaan hewan kurban untuk pastikan kesehatan ternak

ANTARA FOTO
ANTARA FOTO

Kostan menyebutkan, pemeriksaan hewan yang melintas keluar dan masuk Sumsel untuk memastikan hewan tersebut tak membawa atau menularkan penyakit di daerah tujuan.

"Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan penyakit kulit berbenjol, atau Lumpy Skin Disease (LSD)," tutup dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More