ASN di Sumsel Diminta Tetap Netral Sepanjang Tahun Politik

Palembang, IDN Times - Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, meminta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menjaga netralitas di tahun politik. Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, para ASN diminta tidak condong ke pasangan calon tertentu atau terlibat dalam politik praktis.
"Seluruh ASN di Sumsel wajib netral. ASN bertugas di birokrasi pemerintahan, tidak boleh ikut dalam politik praktis," ungkap Agus, Kamis (2/11/2023).
1. Abdi negara tak boleh terlibat politik praktis

Menurut Fatoni, netralitas ASN merupakan hal penting agar abdi negara tak terlibat politik praktis. Hal ini berlaku juga bagi dirinya sebagai Penjabat Gubernur agar menjaga netralitas jabatan dalam pemilu.
"Saya di Sumsel ini hanya ditugaskan bekerja, dan akan bekerja sampai selesai. Setelah selesai, saya akan kembali ke birokrasi," ungkap dia.
2. Situasi kondusif demi peluang tarik investor
.jpg)
Menurutnya, situasi kondusif di Sumsel selama Pemilu nanti akan terus dijaga. Ia meminta kepada seluruh stakeholder ikut berperan dalam menciptakan kondisi damai.
"Semua stakeholder memiliki peran dalam rangka menciptakan kondisi damai. Pemerintah termasuk TNI/Polri akan menjalankan fungsinya untuk melaksanakan hal tersebut dan menjaga tetap kondusif," jelas dia.
Agus menilai, situasi yang kondusif di Sumsel akan berdampak positif di semua sektor, termasuk ekonomi dan kepercayaan investor.
"Jika Pemilu berjalan damai, investor akan datang ke Sumsel," ungkap dia.
3. Tokoh masyarakat berperan berperan aktif

Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat agar terlibat menjaga situasi agar Sumsel tetap berada pada kondisi zero conflict.
"Dengan berlangsungnya Pemilu secara damai dan terjaga kondusif, maka kenyamanan akan tercipta dan semuanya bisa menjalankan tugas maupun aktivitas dengan baik," beber dia.



















